Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Arus Balik Lebaran 2025 diprediksi menurun hingga 25% dibandingkan dengan pelaksanaan pada tahun lalu. Hingga Jumat (4/4/2025) pagi sudah tercatat 1.453 penumpang yang meninggalkan Gunungkidul melalui Terminal Tipe A Dhaksinarga di Kapanewon Wonosari.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Dhaksinarga, Aris Farwanto mengatakan, puncak arus balik Lebaran 2025 diprediksi terjadi pada 5-7 April 2025. Hal ini bertepatan dengan berakhirnya momen liburan sehingga para peratantau akan kembali dari kampungan halaman di Gunungkidul.
BACA JUGA: Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Diprediksi Terjadi pada Hari Ini dan Besok
Ia tidak menampik, ada kenaikan aktivitas di Terminal Dhaksinarga saat arus mudik maupun balik di tahun ini. Hanya saja, Aris tidak memungkiri geliatnya tidak seramai di 2025.
“Arus balik kemungkinan ada penurunan hingga 25% ketimbang pelaksanaan di tahun lalu. Penurunan sudah terlihat saat mudik,” kata Aris saat dihubungi, Jumat (4/4/2025).
Menurut dia, penurunan yang terjadi karena beberapa faktor. Selain dikarenakan jumlah penumpang yang menggunakan transportasi umum mengalami penurunan, adanya bencana di wilayah Jabodetabek juga memberikan pengaruh terhadap moda transportasi darat ini.
“Belum lama ini di Jabodetabek habis kena banjir. Jadi, ada pengaruhnya terhadap warga yang mudik maupun balik di tahun ini,” ungkapnya.
Hingga Jumat pagi, Aris mencatat sejak H+1 Lebaran sudah ada 101 bus antar kota antar provinsi yang meninggalkan Gunungkidul. Total penumpang yang berangkat berjumlah 1.453 orang.
Menurut dia, ada perkiraaan masih akan terus bertambah hingga Minggu (6/4/2025) menjadi rangkaian puncak arus balik Lebaran. “Kami terus berkoordinasi dengan PO bus di Terminal Dhaksinarga. Informasi yang kami terima aka nada tambahan armada angkutan dari PO Maju Lancar dan Pandawa untuk mengangkut warga Gunungkidul yang akan balik ke perantauan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News