Direktur PDAM Jeneponto, Junaedi bersama jajarannya saat meninjau Jaringan Air Baku Bendungan Kareloe. (dok: Ullah).KabarMakassar.com –- Kebutuhan air bersih bagi warga di Kabupaten Jeneponto, khususnya di wilayah pesisir, segera mendapat solusi jangka panjang melalui rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas 100 liter per detik.
Direktur PDAM Jeneponto, Junaedi, mengungkapkan rencana ambisius pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas 100 liter per detik yang diproyeksikan ini akan mulai dibangun pada periode 2026-2027.
Menurutnya, langkah strategis ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan pembangunan Reservoir Air Baku yang telah rampung sejak tahun 2025 dengan kapasitas melimpah, yakni 400 liter per detik.
“Alhamdulillah, infrastruktur air bakunya sudah siap sejak 2025. Sekarang fokus kami adalah pembangunan Instalasi Pengolahan air dengan sumber dana APBN untuk pembangunan IPA-nya. Kami mengusulkan kapasitas 100 liter per detik agar ketersediaan air baku yang ada bisa segera diolah menjadi air layak minum,” ujar Junaedi saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (11/2).
Menyadari ketatnya syarat bantuan anggaran APBN dari Pemerintah Pusat, PDAM Jeneponto bergerak cepat mengamankan aset.
Oleh sebab itu, Junaedi menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 15.840 m² yang lokasinya sangat strategis.
“Syarat dari pusat itu lahan harus clear. Kami sudah siapkan lahan sekitar 1,5 hektare lebih dan statusnya sudah bersertifikat resmi. Ini bukti kesiapan kami agar usulan ini tidak sekadar rencana, tapi benar-benar bisa terealisasi,” tambahnya.
Ia pun menyebut bahwa proyek ini dirancang secara terintegrasi, mulai dari pembangunan unit IPA hingga jaringan pipa distribusi sepanjang 29 kilometer.
Nantinya, jalur pipa ini akan membentang dari wilayah pesisir yang menjadi prioritas pembangunan, mulai dari Kecamatan Turatea, Pesisir Kecamatan Binamu hingga pesisir di wilayah Kecamatan Tamalatea untuk melayani pelanggan yang selama ini kesulitan air bersih.
Dalam perencanaannya, Junaedi juga memberikan perhatian khusus terhadap Kecamatan lainnya, yaitu, Arungkeke, Batang, Bontoramba hingga ke Bangkala.
“Daerah pelayanan prioritas kami adalah pesisir. Berdasarkan data, ada sekitar 9000 KK potensi pelanggan yang sudah siap tersambung. Jaringan pipanya akan kita tarik sepanjang 29 kilometer, mulai dari pesisir Binamu tembus ke Tamanroya melalui sistem distribusi gravitasi,” jelas Junaedi.
Direktur PDAM Jeneponto ini juga menekankan bahwa usulan yang diajukan ke pusat mencakup satu paket lengkap (Full System). Selain unit IPA dan pipa induk, usulannya juga mencakup jaringan distribusi langsung ke pelanggan dengan sistem pengaliran yang direncanakan menggunakan gaya gravitasi guna menekan biaya operasional pompa.
“Ini adalah program masa depan kami. Saat ini perencanaannya sedang kita matangkan. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar usulan ke pusat ini lancar, demi mewujudkan Jeneponto yang bebas dari krisis air dan Bahagia” pungkasnya.


















































