Bahlil Tegaskan Cadangan BBM Nasional Aman, Antrean Dipicu Perubahan Pola Konsumsi

7 hours ago 4

Newswire

Newswire Senin, 14 September 2026 17:57 WIB

Bahlil Tegaskan Cadangan BBM Nasional Aman, Antrean Dipicu Perubahan Pola Konsumsi

Foto ilustrasi BBM. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Stok nasional disebut berada di kisaran 20 hari, meski standar nasional minimal berkisar 21–28 hari.

“Jadi, untuk cadangan nasional kita nggak ada masalah,” ujar Bahlil dalam acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) yang digelar di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Penegasan tersebut disampaikan Bahlil menyusul antrean panjang pembelian BBM yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama di Makassar, Sulawesi Selatan.

Bahlil mengatakan dirinya telah melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab antrean kendaraan yang membludak di sejumlah SPBU tersebut.

“Aku udah cek apa ini masalahnya, karena cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya enggak (antre). Ternyata, bapak ibu semua, itu adalah ada sebagian yang shifting (berpindah),” kata Bahlil.

Pola Konsumsi BBM Berubah

Menurut Bahlil, antrean tersebut berkaitan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat. Sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih menggunakan BBM subsidi setelah terjadi kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Bahlil tidak mempermasalahkan adanya perpindahan konsumsi tersebut. Namun, dia mengimbau masyarakat yang tergolong mampu agar tidak ikut menggunakan BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar.

“Yang tadinya tidak memakai subsidi, mereka beralih ke minyak (BBM) subsidi. Ya nggak apa-apa, tetapi saya mohon, saya menghimbau kepada saudara-saudara kita yang mampu, yang mobilnya bagus, pakai perasaan lah,” ucap Bahlil.

Dalam tiga hari terakhir, antrean kendaraan pembeli BBM membludak hingga lebih dari 50 persen. Kondisi tersebut bahkan sempat mengganggu kelancaran lalu lintas.

Namun, kondisi antrean di Makassar mulai kembali normal. Berdasarkan pantauan pada Senin pagi, antrean pembeli BBM di SPBU Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, hanya menyisakan belasan kendaraan.

Petugas SPBU pun dapat melayani konsumen dengan lancar sehingga antrean kendaraan tidak lagi membludak seperti sebelumnya.

Antrean BBM Makassar Diatur Ganjil-Genap

Untuk mengatasi situasi tersebut, pemerintah setempat telah menerbitkan aturan pembelian BBM dengan menyesuaikan ganjil-genap nomor polisi kendaraan.

Selain itu, kendaraan berukuran besar seperti truk dan bus diwajibkan mengantre untuk membeli BBM pada malam hari. Kebijakan tersebut diterapkan agar aktivitas pengisian BBM tidak mengganggu arus lalu lintas.

Di sisi lain, Pertamina juga telah menambah pasokan BBM serta memperpanjang waktu operasional SPBU untuk melayani masyarakat.

Langkah tersebut membuat kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU berangsur normal. Pemerintah juga memastikan persoalan antrean yang terjadi tidak menunjukkan adanya masalah pada cadangan BBM nasional.

Dengan demikian, Bahlil menegaskan antrean panjang yang sempat terjadi, khususnya di Makassar, bukan disebabkan cadangan BBM nasional yang bermasalah. Perubahan pola konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi menjadi salah satu faktor yang disebut memicu peningkatan antrean.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news