Bappenas: Saat Beralih Dari Riset Publikasi ke Riset Berdampak

1 day ago 8
 Saat Beralih Dari Riset Publikasi ke Riset BerdampakWakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Febrian Alphyanto Ruddyard (tengah) berfoto bersama dengan para periset yang tergabung dalam Kolaborasi Riset, Ilmu Pengetahuan, dan Inovasi Australia-Indonesia (KONEKSI) di Jakarta, Selasa (28/4/2026). (ANTARA/Shofi Ayudiana)

KabarMakassar.com — Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard menyampaikan perlunya perubahan paradigma dalam pembangunan nasional, dari riset yang berorientasi pada publikasi menjadi riset yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Dan ini bukan sekadar perubahan istilah, tapi ini adalah perubahan cara berpikir, perubahan cara bekerja,” ujar Febrian dalam forum Kolaborasi Riset, Ilmu Pengetahuan, dan Inovasi Australia-Indonesia (KONEKSI) di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, salah satu tantangan utama selama ini adalah kesenjangan antara dunia riset dan kebijakan. Ia menyebut banyak hasil penelitian yang berhenti sebagai publikasi dan belum bertransformasi menjadi program atau keputusan yang dapat diterapkan di lapangan.

Melalui KONEKSI, Febrian menyampaikan pemerintah berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan membangun ekosistem yang mempertemukan pemerintah, akademisi, industri, komunitas, dan media. Ekosistem ini diharapkan mampu memastikan riset benar-benar memberi solusi konkret bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa perencanaan pembangunan harus berbasis bukti dan ditopang sains, serta mampu menerjemahkan gagasan menjadi kebijakan yang berjalan efektif di lapangan.

Lebih lanjut, ia menilai kemitraan Indonesia-Australia dalam KONEKSI mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Jawaban atas tantangan global tidak bisa lahir dari satu negara saja, tetapi dari kolaborasi, kepercayaan, dan kesediaan untuk belajar satu sama lain,” katanya.

Selain itu, Febrian juga mendorong agar pengetahuan tidak bersifat eksklusif atau terpusat di kota-kota besar, melainkan hadir di daerah dan relevan dengan kebutuhan lokal.

Dalam mendukung perubahan paradigma ini, Bappenas menekankan tiga langkah utama, yakni memperkuat keterhubungan antara peneliti dan pembuat kebijakan, meningkatkan mekanisme penerjemahan hasil riset menjadi kebijakan yang dapat diterapkan, serta memastikan keberlanjutan kemitraan Indonesia-Australia melalui KONEKSI.

Febrian menambahkan KONEKSI merupakan investasi jangka panjang, bukan hanya secara finansial, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas berpikir.

Ia berharap setiap riset yang dihasilkan dapat menjadi dasar kebijakan dan program nyata yang mendorong ketahanan nasional serta pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berpengaruh. (ANTARA)

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news