BMKG Minta Nelayan dan Kapal Penyeberangan Wajib Waspadai Gelombang Tinggi

7 hours ago 5

BMKG Minta Nelayan dan Kapal Penyeberangan Wajib Waspadai Gelombang Tinggi

Foto ilustrasi gelombang tinggi. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta nelayan tradisional hingga operator kapal penyeberangan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keselamatan pelayaran pada 8-11 September 2026.

Peringatan tersebut menyusul ancaman gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia yang dapat mencapai 4 meter. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan transportasi laut, mulai dari moda berukuran kecil hingga besar.

Plt. Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra mengatakan pelaku aktivitas laut perlu memperhatikan ambang batas aman keselamatan.

"Masyarakat yang beraktivitas di laut perlu memperhatikan ambang batas aman keselamatan. Nelayan dengan perahu kecil berisiko tinggi jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter," kata dia di Jakarta, Selasa.

BMKG Rinci Batas Aman Berbagai Kapal

BMKG juga mengingatkan risiko pelayaran berdasarkan jenis kapal dan kondisi angin serta gelombang.

Untuk kapal tongkang, kewaspadaan diperlukan ketika kecepatan angin berada di atas 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Sementara kapal ferry penyeberangan perlu mewaspadai kondisi angin di atas 21 knot dan gelombang 2,5 meter.

Adapun kapal kargo atau pesiar menghadapi risiko ketika kecepatan angin melebihi 27 knot dengan tinggi gelombang mencapai 4 meter.

Angin hingga 25 Knot Picu Gelombang Tinggi

Kondisi cuaca ekstrem di sejumlah perairan tersebut dipicu tiupan angin kencang hingga 25 knot.

Angin tersebut terpantau di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, serta Laut Maluku.

BMKG memproyeksikan gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4,0 meter berisiko terjadi di seluruh Samudra Hindia selatan Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

Risiko gelombang dengan ketinggian serupa juga terdapat di Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung.

Sementara itu, gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan.

Wilayah tersebut meliputi Selat Malaka bagian utara, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru, hingga Samudra Pasifik utara Maluku.

Aceh dan Sumut Waspadai Hujan Lebat

Selain peringatan untuk aktivitas pelayaran, BMKG mengimbau masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem pada Selasa.

Cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi berupa hujan lebat hingga sangat lebat.

Prakirawan BMKG Miftah Ali dalam siaran pembaruan informasi cuaca di Jakarta, Selasa, mengatakan potensi peningkatan pertumbuhan awan hujan dipicu pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi di sejumlah wilayah Indonesia.

Daerah konvergensi memanjang dari perairan barat Aceh hingga pesisir barat Aceh, Laut Flores, Laut Arafuru, Laut Banda, serta Papua Tengah hingga Papua.

Sementara itu, konfluensi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi, hingga utara Papua.

Hujan Berpeluang Guyur Sejumlah Kota

Untuk wilayah kota-kota besar di Indonesia bagian barat, BMKG memprakirakan potensi hujan petir terjadi di Tanjung Selor.

Adapun hujan dengan intensitas ringan berpeluang turun di Medan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news