Catahu 2025 Polrestabes Makassar: Pidum Turun, Kasus Narkotika Meningkat

2 days ago 5
 Pidum Turun, Kasus Narkotika MeningkatKonferensi pers Kapolrestabes Makassar. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar mencatat dinamika signifikan dalam situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025. Sejumlah indikator tindak pidana umum (Pidum) mengalami penurunan, namun di sisi lain pengungkapan kasus tindak pidana khusus narkotika justru meningkat tajam dan menjadi perhatian utama aparat penegak hukum.

Catatan tersebut disampaikan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana dalam konferensi pers akhir tahun 2025 yang memaparkan evaluasi kinerja kepolisian selama periode Januari hingga Desember di wilayah hukum Polrestabes Makassar pada Selasa (30/12)

Berdasarkan data resmi kepolisian, sepanjang 2025 tercatat 5.421 gangguan kamtibmas, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 6.038 kasus. Penurunan tersebut terjadi pada sejumlah tindak pidana konvensional, seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, dan penganiayaan.

Dari total laporan perkara tersebut, Polrestabes Makassar mencatat 4.987 perkara berhasil diselesaikan, dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 92 persen. Angka ini menunjukkan kinerja penanganan perkara relatif stabil di tengah kompleksitas tantangan keamanan perkotaan.

“Secara umum, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polrestabes Makassar sepanjang tahun 2025 masih dalam kondisi terkendali. Ada penurunan pada beberapa jenis kejahatan konvensional, meskipun tetap ada tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujar Kombes Pol. Arya Perdana

Pada sektor kejahatan jalanan, kepolisian mencatat tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Aksi begal, perkelahian kelompok, dan gangguan keamanan di ruang publik disebut dapat ditekan melalui patroli rutin, penempatan personel di titik rawan, serta penguatan peran Bhabinkamtibmas di tingkat kelurahan.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada kejahatan narkotika. Sepanjang 2025, Polrestabes Makassar mengungkap 88 kasus narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak 88 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama pada kategori bandar narkotika.

Data kepolisian mencatat, jumlah bandar narkotika yang ditangkap melonjak dari 5 orang pada 2024 menjadi 21 orang pada 2025, atau meningkat lebih dari tiga kali lipat. Sementara pengedar dan pengguna juga mengalami peningkatan, menandakan masih tingginya peredaran gelap narkotika di Makassar.

“Peningkatan pengungkapan kasus narkotika, khususnya terhadap bandar, merupakan hasil dari pemetaan jaringan dan penindakan yang lebih terfokus. Kami tidak hanya menyasar pengguna, tetapi berupaya memutus mata rantai sampai ke pengendalinya,” tegas Arya.

Dari sisi barang bukti, kepolisian menyita berbagai jenis narkotika, termasuk sabu dan ganja, dengan jumlah yang dinilai signifikan. Barang bukti tersebut disebut berpotensi merusak ribuan generasi muda apabila berhasil diedarkan di tengah masyarakat.

Selain narkotika, Polrestabes Makassar juga menangani kejahatan berbasis teknologi informasi, seperti penipuan daring dan penyalahgunaan media digital. Meski jumlahnya relatif terkendali, kepolisian menilai kejahatan siber tetap membutuhkan perhatian serius seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital.

Di bidang lalu lintas, data menunjukkan adanya penurunan jumlah kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pelanggaran lalu lintas masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu fokus penindakan, terutama pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.

Kapolrestabes Makassar menekankan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari peran serta masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Kepolisian, kata dia, mengedepankan pendekatan preventif melalui patroli dialogis, kegiatan preemtif, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

“Kami menyadari bahwa menjaga kamtibmas tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar situasi keamanan tetap terjaga,” ujarnya.

Menutup evaluasi akhir tahun, Arya menegaskan bahwa pengendalian peredaran narkotika, pencegahan kejahatan jalanan, serta penguatan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan akan menjadi fokus utama Polrestabes Makassar pada 2026.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news