
Infrastruktur MRT yang tengah dibangun di Jakarta./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Stasiun MRT Bundaran HI akan memiliki extended concourse atau ruang peron bawah tanah yang terhubung langsung dengan Wisma Nusantara dan Plaza Indonesia. Fasilitas tersebut dibangun untuk memperkuat integrasi transportasi sekaligus mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang.
Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta Ferdiansyah Roestam mengatakan pembangunan extended concourse menjadi bagian penting dalam menghadapi pertumbuhan penumpang MRT Jakarta, terutama setelah layanan diperpanjang hingga Kota.
Menurut dia, jumlah penumpang di satu stasiun saat ini mencapai sekitar 11.000 orang. Dengan adanya perpanjangan rute, jumlah tersebut diperkirakan bertambah lebih dari 6.000 penumpang sehingga kapasitas yang harus dikelola mencapai sekitar 17.000 orang per stasiun.
“Diproyeksikan akan ada pertumbuhan lebih dari 6.000 penumpang di satu stasiun. Existing sekarang 11.000 penumpang di satu stasiun. Artinya harus mengelola 17.000 orang,” ujar Roestam, dikutip Minggu (23/8/2026).
Penambahan ruang dan akses masuk tersebut juga ditujukan untuk menjaga keselamatan serta mengurangi kepadatan arus pejalan kaki. Dengan semakin banyaknya pengguna MRT, titik keluar-masuk stasiun perlu diperluas agar tidak terjadi penumpukan.
“Tujuannya ada empat, extended concourse ini harus mampu kasih penciptaan nilai, value added dari mobilitas, akses, aktivitas, dan value atas kawasan tersebut,” tuturnya.
Luas 4.439 Meter Persegi
Extended concourse tersebut memiliki luas sekitar 4.439 meter persegi. Lokasinya berada di bawah anjungan Transjakarta Bundaran HI Astra yang berbentuk menyerupai perahu.
Ruang bawah tanah itu nantinya tidak hanya berfungsi sebagai akses menuju MRT. Sekitar 24 area multifungsi disiapkan untuk kegiatan komersial, makanan dan minuman, gaya hidup, hingga tenant kemitraan.
Konsep tersebut diharapkan membuat kawasan stasiun tidak sekadar menjadi titik perpindahan penumpang, tetapi juga terhubung dengan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Pengembangan concourse di Bundaran HI memiliki tantangan tersendiri karena fasilitas tersebut berada di bawah tanah dan menjadi proyek pertama dengan konsep serupa di Indonesia.
Salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah keberadaan jaringan kabel bawah tanah. Koordinasi dengan sejumlah gedung besar di sekitar Bundaran HI juga diperlukan untuk memastikan pembangunan fasilitas publik tersebut berjalan dengan baik.
Bangun Pakai Dana Kompensasi KLB
Pembangunan extended concourse tidak menggunakan APBD DKI Jakarta maupun anggaran MRT Jakarta. Pembiayaan proyek berasal dari dana kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
Roestam menyebut total kontribusi KLB mencapai Rp200 miliar. Setelah dikurangi pajak, dana yang tersisa sekitar Rp181 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp150 miliar dialokasikan untuk konstruksi, sedangkan sisanya digunakan untuk kebutuhan konsultan.
Dana kompensasi KLB merupakan salah satu skema pembiayaan fasilitas publik yang digunakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kompensasi tersebut dibayarkan pengembang ketika memperoleh izin membangun dengan luas lantai yang melampaui ketentuan yang berlaku.
Proyek extended concourse Stasiun MRT Bundaran HI ditargetkan rampung pada Mei 2027 dan mulai dimanfaatkan pada Juni 2027. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu penunjang konektivitas transportasi dan aktivitas kawasan menjelang peringatan 500 tahun Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

21 hours ago
3

















































