Cuaca Buruk Hambat Pencarian Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros

16 hours ago 4
Cuaca Buruk Hambat Pencarian Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Marospangdam memberikan keterangan di kantor basarnas (Foto : Dwiki Luckianto Septiawan KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Operasi pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di kawasan pegunungan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menghadapi kendala utama cuaca buruk. Hingga Minggu dini hari, tim gabungan masih mengalami keterbatasan jarak pandang akibat awan tebal yang menutupi Gunung Bulu Saraung dan sekitarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi cuaca berubah cepat, dengan kabut tebal dan awan rendah yang menyelimuti puncak gunung, sehingga menghambat pencarian udara yang rencananya dilakukan menggunakan helikopter. Tim SAR pun menyesuaikan strategi dengan memaksimalkan pencarian darat sambil menunggu kondisi cuaca membaik.

Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menjelaskan bahwa pemantauan udara sempat dilakukan, tetapi belum optimal. “Pemantauan dari udara belum maksimal karena pandangan terbatas akibat awan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Basarnas Makassar, Sabtu (17/1).

Helikopter Caracal TNI AU masih disiagakan untuk melakukan penyisiran udara, namun penerbangan hanya dapat dilakukan jika kondisi cuaca aman dan memenuhi standar keselamatan penerbangan. “Ada pergerakan awan yang cukup cepat di lokasi, ini menjadi perhatian kami,” tambah Bangun.

Hal senada disampaikan Kepala Basarnas Makassar, Arif Anwar. Ia menekankan bahwa cuaca menjadi faktor krusial dalam efektivitas pencarian, terutama di medan pegunungan dengan kontur curam dan vegetasi lebat. “Sampai saat ini, cuaca masih menjadi tantangan. Pencarian udara sangat bergantung pada jarak pandang,” ujar Arif.

Meski terkendala cuaca, pencarian tidak dihentikan. Tim SAR gabungan tetap bergerak melalui jalur darat menuju titik-titik dugaan lokasi jatuhnya pesawat, termasuk area Pos 3 Gunung Bulu Saraung. Posko SAR gabungan telah didirikan di Tompobulu untuk mempercepat koordinasi dan mobilisasi personel.

“Kami tetap melakukan pencarian darat sambil menunggu peluang pencarian udara. Jika cuaca membaik, helikopter akan segera diterjunkan,” kata Arif.

Cuaca buruk juga memengaruhi rencana evakuasi korban atau puing pesawat. Tim gabungan menyiapkan dua skema evakuasi: melalui udara menggunakan helikopter dan jalur darat secara manual. Evakuasi udara akan diprioritaskan jika kondisi memungkinkan, sementara jalur darat menjadi opsi utama jika penerbangan tidak aman.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Suryanto, menegaskan bahwa fokus saat ini tetap pada operasi kemanusiaan. Faktor cuaca akan dicermati lebih lanjut setelah operasi SAR selesai dan investigasi resmi dimulai. “Kami belum masuk pada tahap analisis penyebab. Prioritasnya saat ini adalah menemukan lokasi dan mendukung SAR,” ujar Suryanto.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan instansi terkait lainnya terus melakukan pencarian, menyesuaikan strategi secara dinamis mengikuti kondisi cuaca di lapangan demi keselamatan seluruh personel.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news