
Foto ilustrasi bantuan pangan non tunai berupa beras. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence
Harianjogja.com, JAKARTA— Penyaluran bantuan sosial (bansos) pada Agustus 2026 masih mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penentuan penerima manfaat. Melalui data tersebut, pemerintah memetakan tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok desil untuk menentukan prioritas penerima berbagai program bantuan.
Masyarakat yang masuk dalam Desil 1 hingga Desil 4 menjadi kelompok yang paling diprioritaskan untuk menerima bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT Kesra Rp900.000, serta bantuan beras 10 kilogram.
Semakin rendah posisi desil dalam DTSEN, semakin rendah pula tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga yang tercatat. Kondisi tersebut membuat peluang mendapatkan bansos menjadi lebih besar dibanding kelompok desil yang lebih tinggi.
DTSEN Jadi Acuan Penyaluran Bansos
Pemerintah menggunakan DTSEN untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Data ini memuat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat kesejahteraan.
Dalam praktiknya, keluarga yang masuk kelompok miskin ekstrem, miskin, hingga rentan miskin menjadi prioritas utama penerima bantuan. Karena itu, masyarakat yang berada pada Desil 1 hingga Desil 4 memiliki peluang terbesar memperoleh berbagai program bansos yang disalurkan pemerintah.
Daftar Desil Prioritas Penerima Bansos Agustus 2026
Desil 1
Desil 1 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan ekonomi paling rendah atau masuk kategori miskin ekstrem.
Kelompok ini menjadi prioritas utama dalam hampir seluruh program bantuan sosial pemerintah, termasuk PKH, BPNT, BLT Kesra, dan bantuan beras 10 kilogram.
Desil 2
Kelompok Desil 2 terdiri atas keluarga miskin yang berada satu tingkat di atas Desil 1.
Masyarakat dalam kategori ini juga memiliki peluang sangat besar untuk menerima bantuan sosial karena masih termasuk sasaran utama program perlindungan sosial pemerintah.
Desil 3
Desil 3 mencakup kelompok masyarakat rentan miskin yang masih menjadi target berbagai program bansos.
Pada sejumlah program bantuan, keluarga yang berada pada Desil 3 tetap masuk dalam kategori prioritas penerima, terutama untuk bantuan kebutuhan pokok seperti BPNT.
Desil 4
Desil 4 menjadi batas atas kelompok masyarakat kurang mampu dalam DTSEN.
Keluarga pada kategori ini masih berpeluang menerima bantuan sosial. Namun, peluang tersebut biasanya bergantung pada ketersediaan kuota dan kebijakan program yang berlaku.
Desil 5 hingga 10 Tidak Menjadi Prioritas
Sementara itu, masyarakat yang berada pada Desil 5 hingga Desil 10 umumnya tidak menjadi sasaran utama penyaluran bansos reguler.
Desil 5
Kelompok masyarakat menengah bawah. Peluang menerima bantuan sosial mulai berkurang karena tidak lagi menjadi prioritas utama.
Desil 6
Merupakan kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah. Pada umumnya tidak masuk daftar penerima bansos reguler.
Desil 7
Kelompok ekonomi menengah yang relatif stabil dan tidak termasuk sasaran utama bantuan sosial pemerintah.
Desil 8
Masuk kategori masyarakat menengah atas yang umumnya tidak menjadi target penyaluran bansos.
Desil 9
Kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi mampu sehingga tidak termasuk calon penerima bantuan sosial.
Desil 10
Merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan ekonomi tertinggi dalam DTSEN dan tidak menjadi sasaran program bansos pemerintah.
Mengapa Desil Penting bagi Penerima Bansos?
Desil menjadi salah satu indikator penting yang digunakan pemerintah untuk menentukan prioritas bantuan. Sistem ini membantu memastikan anggaran bansos disalurkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Karena itu, masyarakat yang ingin mengetahui peluang menerima PKH, BPNT, BLT Kesra, atau bantuan beras 10 kilogram perlu memahami posisi desil keluarganya dalam DTSEN.
Semakin rendah desil yang dimiliki, semakin besar peluang untuk masuk dalam daftar penerima manfaat berbagai program bantuan sosial yang disalurkan pemerintah selama 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
4

















































