
Sejumlah kapal nelayan dilaporkan rusak akibat diterjang gelombang tinggi pada Selasa (11//8/2026) pagi. Masyarakat di pesisir selatan diimbau waspada terhadap puncak gelombang yang diperkirakan terjadi sampai Kamis dan Jumat mendatang. Dokumentasi Istimewa \r\n\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Gelombang tinggi menerjang sejumlah kawasan pantai selatan Gunungkidul pada Selasa (11/8/2026) pagi. Gelombang besar tersebut merusak 11 perahu nelayan yang telah diamankan di kawasan Pantai Baron serta sebuah warung kecil di Pantai Jungwok.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, mengatakan kerusakan perahu terjadi setelah gelombang besar menghantam kapal-kapal nelayan yang telah diamankan di sebelah barat dam.
Dari 11 perahu yang terdampak, empat kapal mengalami kerusakan parah, sedangkan tujuh kapal lainnya mengalami kerusakan ringan.
"Karena hari ini ada peningkatan gelombang sehingga gelombang cukup besar. Saat gelombang besar datang, menghantam sejumlah perahu nelayan yang sudah diamankan di barat dam. Karena besarnya gelombang sehingga merusak beberapa kapal nelayan," kata Marjono, Selasa (11/8/2026).
Perahu Nelayan Dievakuasi
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Petugas yang sedang piket kemudian berkoordinasi dengan para nelayan untuk mengevakuasi perahu yang mengalami kerusakan akibat hantaman gelombang.
Saat kejadian, kondisi cuaca di kawasan Pantai Baron terpantau cerah dengan angin sedang. Adapun tinggi gelombang laut saat itu diperkirakan mencapai 3-4 meter.
"Kejadian sekitar pukul 08.30 tadi pagi," jelasnya.
Gelombang tinggi tidak hanya berdampak pada kapal nelayan di kawasan Pantai Baron. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah operasi Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Pantai Wediombo.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Pantai Wediombo, Sunu Handoko Bayu Sagara, mengatakan gelombang tinggi mulai terjadi sejak Senin (10/8/2026).
Pada Selasa pagi, gelombang bahkan masuk hingga daratan dan mencapai area warung warga. Satu warung kecil yang berada di pinggir Pantai Jungwok mengalami kerusakan ringan.
"Ada satu warung kecil pinggir pantai rusak ringan, di Pantai Jungwok," kata Sunu.
Pedagang Amankan Dagangan
Menurut Sunu, petugas sebenarnya telah menerima informasi mengenai potensi gelombang tinggi sejak beberapa hari sebelumnya. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada masyarakat, termasuk nelayan dan pedagang yang beraktivitas di kawasan pantai.
Peringatan tersebut membuat para pedagang mengambil langkah antisipasi dengan mengungsikan dagangan mereka dari kawasan yang berpotensi terdampak gelombang.
"Sudah diinformasikan. Para pedagang sudah mengungsikan dagangannya, sehingga dampaknya tidak begitu banyak," ujarnya.
Sunu menjelaskan gelombang tinggi merupakan fenomena yang hampir setiap tahun terjadi di kawasan pantai selatan Gunungkidul. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pantai telah memiliki sejumlah langkah untuk mengantisipasinya.
"Kalau orang dulu disebut laut selatan sedang menyapu," katanya.
Gelombang Tinggi Diprediksi Naik Lagi
Sunu mengatakan puncak gelombang tinggi pada Selasa diperkirakan mencapai 18 feet atau sekitar 5,5 meter. Kondisi gelombang tersebut diperkirakan mulai menurun hingga Selasa sore.
Meski demikian, masyarakat pesisir diminta tidak lengah. Potensi kenaikan gelombang masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Sunu memperkirakan gelombang kembali meningkat pada Kamis (13/8/2026) malam hingga Jumat (14/8/2026) siang.
"Kemungkinan akan naik Kamis malam sampai Jumat siang, sehingga masyarakat kami imbau waspada," katanya.
Dengan kondisi tersebut, kewaspadaan masyarakat di kawasan pantai selatan Gunungkidul tetap diperlukan, terutama bagi nelayan, pedagang, dan warga yang beraktivitas di sekitar pesisir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
5

















































