Diduga Lepas Pelampung, Seorang Bocah di Jeneponto Tenggelam di Embung Kedalaman 10 Meter

3 weeks ago 27
Diduga Lepas Pelampung, Seorang Bocah di Jeneponto Tenggelam di Embung Kedalaman 10 MeterGani, saat dievakuasi warga dari dasar embung di Dusun Bonto Te’ne, Desa Pallantikang, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. (Ist).

KabarMakassar.com — Seorang bocah bernama Gani, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tenggelam di embung sedalam 10 meter, Minggu petang (8/2).

Insiden tragis yang menimpa bocah berusia 10 tahun ini bermula sekitar pukul 15.45 Wita di Dusun Bonto Te’ne, Desa Pallantikang, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Saat itu, korban bersama tiga rekannya, Fahri, Paris, dan Nuska, pergi ke embung yang terletak tepat di belakang rumahnya.

Niat hati ingin bermain air dan melepas penat, mereka berenang dengan mengandalkan jeriken bekas sebagai pelampung darurat.

Namun, keceriaan itu berubah menjadi petaka. Di tengah aktivitas berenang, korban diduga melepaskan jeriken yang menjadi tumpuannya. Lantaran tidak mahir berenang, korban pun langsung kehilangan kendali dan tenggelam ke dasar embung.

Rekan-rekan korban yang menyaksikan kejadian itu, sontak saja langsung panik dan segera berlari mencari pertolongan kepada warga sekitar.

Tak lama kemudian warga pun berbondong-bondong ke lokasi untuk melakukan upaya pencarian secara intensif, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 18.00 WITA. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jeneponto, Andi Patoppoi, membenarkan kejadian memilukan tersebut melalui keterangan tertulisnya. Pada Minggu (8/2).

“Telah terjadi musibah orang tenggelam di Dusun Bonto Te’ne. Setelah dilakukan upaya pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan pada pukul 18.00 WITA dalam keadaan meninggal dunia,” tulis Andi Patoppoi.

Saat ini, jenazah almarhum Gani telah dievakuasi dan disemayamkan di rumah duka untuk proses pemakaman.

Guna mengantisipasi kejadian serupa, Andi Patoppoi memberikan himbauan. Baginya, musibah ini menjadi alarm keras bagi masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak.

Olehnya itu, Andi Patoppoi menekankan tiga poin utama bagi keamanan keluarga;

1. Pengawasan Ketat: Orang tua wajib memantau lokasi bermain anak, terutama jika berada di dekat sumur, embung, atau area perairan dalam.

2. Edukasi Keamanan: Memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bahaya berenang di area dalam tanpa pendampingan orang dewasa, meski menggunakan alat bantu sederhana seperti jeriken.
3. Keamanan Lokasi: Memastikan area penampungan air memiliki pengaman atau pembatas yang memadai.

“Segenap tim BPBD Kabupaten Jeneponto turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya ananda Gani. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutup Andi Patoppoi dalam keterangannya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news