DPR RI Usulkan Penggabungan BMKG, Badan Geologi dan BNPB

2 hours ago 3

Newswire

Newswire Kamis, 10 September 2026 17:47 WIB

DPR RI Usulkan Penggabungan BMKG, Badan Geologi dan BNPB

Gedung BMKG di Jakarta/Bisnis.Com

Harianjogja.com, JAKARTA—Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto mengusulkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berada dalam satu payung kelembagaan.

Menurut Edi, penyatuan ketiga lembaga tersebut dapat mempermudah sekaligus memperjelas koordinasi dalam penanganan bencana. Usulan itu disampaikan sebagai respons atas wacana Presiden Prabowo Subianto mengenai pengintegrasian BMKG dan Badan Geologi.

Edi menyampaikan gagasan tersebut dalam diskusi bertajuk "Waspada Gunung Berapi, Bagaimana Langkah Mitigasinya?" di Gedung DPR, Jakarta, Kamis.

"Sekarang Pak Presiden membicarakan ada usulan merger antara Geologi dan BMKG. Saya malah berpikir lain, kenapa tidak BNPB, BMKG, dan Badan Geologi jadi satu payung saja?" kata Edi.

Ia menilai keberadaan ketiga lembaga dalam satu badan dapat membuat koordinasi kebencanaan lebih sederhana. Menurut Edi, kelembagaan baru tersebut dapat dibentuk dalam sebuah badan atau bahkan kementerian khusus.

"Apalagi kalau kita lihat program prioritas Pak Presiden, poin keenam, itu kan infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana. Ini perlu didiskusikan," ujarnya.

Dukung Integrasi BMKG dan Badan Geologi

Meski mengusulkan cakupan integrasi yang lebih luas, Edi tetap mendukung gagasan Presiden Prabowo mengenai pengintegrasian BMKG dan Badan Geologi.

Namun, ia menilai rencana tersebut perlu dikaji secara hati-hati. Kajian diperlukan agar perubahan kelembagaan nantinya benar-benar mampu meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat dalam menghadapi bencana.

Usulan serupa terkait integrasi BMKG dan Badan Geologi sebelumnya juga mendapat dukungan dari Ketua Komisi V DPR RI Lasarus. Ia menilai penggabungan kedua lembaga dapat membuat penanganan bencana lebih efektif.

"Kami prinsip mendukung, ya, karena sifat koordinasi yang paling nyaman di pemerintah itu seperti apa. Kami sifatnya kan menerima," kata Lasarus di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (8/9).

Menurut Lasarus, aktivitas gunung berapi yang menjadi perhatian Badan Geologi juga berkaitan dengan instrumen yang dimiliki BMKG. Karena itu, pengintegrasian dinilai dapat membuat komunikasi antarlembaga lebih efektif dan efisien.

"Geologi mengamati aktivitas gunung berapi. Dampak dari letusan itu BMKG juga punya instrumen. Peralatan dan sumber daya manusia yang terkait dengan geologi juga ada di BMKG. Saya setuju kalau itu digabungkan. Lebih efektif dan efisien dari sisi komunikasi," ujarnya.

Wacana Integrasi Muncul di Istana

Wacana pengintegrasian BMKG dan Badan Geologi sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan bencana di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).

Presiden menyebut pemerintah akan membahas lebih lanjut kemungkinan pengintegrasian kedua lembaga tersebut. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pemantauan dan mitigasi bencana.

Penguatan tersebut dinilai penting karena Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik atau ring of fire. Kondisi tersebut membuat pemantauan dan mitigasi terhadap berbagai potensi bencana menjadi bagian penting dalam perlindungan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news