Kediamannya istana permai Pattallassang takalar (Foto : Saleh Sibali KabarMakassar)KabarMakassar.com — Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas di Kabupaten Takalar kembali menunjukkan eskalasi serius. Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) melakukan penggeledahan di Kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Takalar, Selasa (27/01).
Penggeledahan ini dilakukan sebagai bagian dari pendalaman perkara, khususnya terkait peran salah satu pihak berinisial RR yang sebelumnya telah dicekal ke luar negeri oleh penyidik.
Dari informasi yang dihimpun, penggeledahan bertujuan menelusuri alur dokumen, proses administrasi, serta dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam mekanisme pengadaan bibit nanas yang diduga sarat penyimpangan.
Dalam kegiatan tersebut, tim penyidik mengamankan sejumlah dokumen penting dan perangkat elektronik untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Penggeledahan dipimpin langsung oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel, didampingi Kepala Seksi Operasi dan Kepala Seksi Penyidikan. Selain Kantor ULP Takalar, tim jaksa juga melakukan penggeledahan di Kantor Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Takalar, serta sebuah rumah di Kompleks Istana Permai.
Asisten pidana khusus kajati sulsel Rahman mengatakan, rumah yang digeledah merupakan kediaman salah satu aparatur sipil negara (ASN) di Takalar yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
“Iya, kami mendatangi rumah salah satu ASN di Takalar terkait dugaan korupsi pengadaan bibit nanas,” ujar Rahman singkat.
Hal senada dibenarkan Kepala Kelurahan Kalabbirang, Zulkarnain, yang mengatakan bahwa salah satu warganya menjadi objek penggeledahan oleh tim Kejati Sulsel.
“Saya dijemput oleh anggota Aspidsus untuk mendampingi ke lokasi. Saat tiba, sudah banyak petugas dari Kejaksaan Tinggi Sulsel, diperkirakan ada sekitar enam mobil terparkir,” ungkap Zulkarnain.
RR diketahui termasuk dalam enam orang yang telah dicekal ke luar negeri oleh penyidik. Pencekalan ini mengindikasikan adanya peran strategis RR dalam perkara tersebut, yang diduga berkaitan dengan tahapan perencanaan hingga pelaksanaan pengadaan bibit nanas.
Sumber internal menyebutkan, fokus penyidikan mengarah pada proses lelang dan penentuan penyedia, termasuk dugaan pengaturan sejak tahap awal yang berpotensi merugikan keuangan negara. Dalam konteks ini, Kantor ULP Takalar dinilai memiliki peran krusial sebagai pintu utama proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Langkah penggeledahan ini menegaskan keseriusan Kejati Sulsel dalam membongkar dugaan korupsi pengadaan bibit nanas yang belakangan menjadi sorotan publik. Meski hingga kini belum ada penetapan tersangka, rangkaian tindakan hukum berupa pencekalan dan penggeledahan menandakan bahwa perkara tersebut telah memasuki tahap krusial.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Namun, ia belum merinci secara detail terkait barang bukti maupun dokumen yang disita dalam penyidikan kasus tersebut.
















































