DWP Kota Padang Perdana Gelar DWP Mengajar, Bekali Siswa dengan Karakter dan Perlindungan Diri

21 hours ago 4

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang untuk pertama kalinya menghadirkan program inovatif “DWP Mengajar” sebagai bagian dari kontribusi nyata organisasi dalam mendukung penguatan karakter dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Program tersebut dilaksanakan melalui kunjungan edukatif ke SD Negeri Percobaan Padang dan SMP Negeri 3 Padang, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang menyasar peserta didik tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama itu tidak sekadar menjadi kunjungan kelembagaan. Para pengurus DWP Kota Padang turun langsung ke ruang-ruang pendidikan untuk berbagi pengetahuan, memberikan penguatan karakter, sekaligus membekali siswa dengan pemahaman mengenai persoalan yang semakin dekat dengan kehidupan anak dan remaja.

Ketua DWP Kota Padang, Nova Raju Minropa, mengatakan “DWP Mengajar” merupakan wujud kepedulian organisasi untuk mengambil bagian dalam membangun generasi muda melalui pendekatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan siswa.

“DWP Mengajar adalah wujud nyata kepedulian Dharma Wanita Persatuan dalam berbagi ilmu, menumbuhkan semangat belajar, dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak-anak sehingga mereka memperoleh pengalaman yang bermanfaat,” ujar Nova.

Ia menjelaskan, sebanyak 20 pengurus DWP Kota Padang terlibat langsung dalam pelaksanaan program tersebut. “DWP Mengajar” telah dimulai sejak Februari 2026 dan dirancang menjadi program berkelanjutan yang akan menyambangi sejumlah sekolah lain di Kota Padang.

Menurut Nova, materi yang diberikan tidak dibuat seragam, melainkan disesuaikan dengan tingkat perkembangan psikologis peserta didik. Dengan pendekatan tersebut, pesan yang disampaikan diharapkan dapat diterima siswa secara lebih mudah sekaligus mendorong mereka berani berbicara ketika menghadapi persoalan di lingkungan sekolah maupun pergaulan.

Di SD Negeri Percobaan Padang, materi yang diberikan berfokus pada pencegahan bullying atau perundungan serta perlindungan diri. Materi disampaikan anggota DWP Kota Padang, Gusmardina, dengan metode yang dekat dengan dunia anak.

Suasana pembelajaran dibuat interaktif melalui cerita, analisis video pendek hingga kuis berhadiah. Jargon “Say No to Bullying” turut digaungkan untuk menanamkan kesadaran bahwa tindakan mengejek, merendahkan, mengucilkan maupun menyakiti teman bukanlah perilaku yang dapat dibenarkan.

Para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat dan merespons berbagai situasi yang berkaitan dengan perundungan. Pada akhir kegiatan, para siswa bersama-sama mendeklarasikan komitmen untuk menolak segala bentuk bullying di lingkungan sekolah.

Nova mengingatkan para siswa agar mampu menjadi bagian dari terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan.

“Jadilah teman yang penyayang dan pelindung. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan membahagiakan untuk semua orang tanpa ada yang saling mengejek,” katanya.

Sementara itu, di SMP Negeri 3 Padang, materi diarahkan pada pencegahan penyimpangan seksual, batasan dalam pergaulan, perlindungan privasi tubuh, serta cara menyikapi berbagai konten negatif yang beredar di media sosial.

Materi tersebut disampaikan anggota DWP Kota Padang, Ria Sylfi. Dengan pendekatan yang santun namun tegas, siswa diajak memahami pentingnya menjaga batas pribadi, mengenali lingkungan pergaulan yang sehat, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten digital yang berpotensi memberikan dampak negatif.

Sesi konsultasi juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu membuat proses pembelajaran berlangsung lebih terbuka dan komunikatif.

Nova berpesan agar para siswa memiliki keberanian untuk menjaga diri dan tidak ragu meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya ketika menghadapi persoalan.

“Jagalah kehormatan dan kesehatan diri kalian. Masa depan yang cerah dimulai dari keberanian menyaring pergaulan dan menolak segala bentuk penyimpangan. Selalu terbuka kepada orang tua dan guru jika menghadapi masalah,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan karakter sejak usia sekolah menjadi investasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan mengambil keputusan dan melindungi dirinya dari berbagai pengaruh negatif.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari jajaran sekolah. Plt. Wakil Kepala SD Negeri Percobaan Padang, Suciati Poro, mengapresiasi kehadiran DWP Kota Padang yang dinilai memberikan pengalaman edukatif sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk memahami persoalan perundungan secara lebih dekat.

“Alhamdulillah anak-anak kami sangat antusias karena memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Semoga dengan semakin gencarnya edukasi ini, tidak ada lagi kasus perundungan di sekolah, dan siswa semakin saling menghargai antarsesama,” kata Suciati.

Menurutnya, edukasi mengenai perundungan penting dilakukan secara berkelanjutan. Tidak cukup hanya dengan memberikan larangan, siswa juga perlu memahami dampak psikologis dan sosial yang dapat ditimbulkan dari tindakan tersebut.

Hal senada disampaikan Kepala SMP Negeri 3 Padang, Rika Susiwaty. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangga karena sekolahnya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan perdana “DWP Mengajar”.

Rika menilai kehadiran pengurus DWP memberikan perspektif berbeda bagi para siswa. Materi yang disampaikan tidak hanya berbicara tentang aturan, tetapi juga membangun kesadaran siswa untuk lebih berhati-hati dalam menjalani pergaulan.

“Kehadiran pengurus DWP dinilai sebagai wujud kasih sayang seorang ibu yang membekali para siswa dalam menghadapi kompleksitas pergaulan remaja masa kini, sekaligus menjadi perisai agar siswa lebih waspada terhadap lingkungan yang kurang sehat,” ujar Rika.

Ia berharap kolaborasi semacam itu dapat terus dikembangkan sehingga sekolah memperoleh dukungan tambahan dalam memberikan edukasi yang sesuai dengan tantangan yang dihadapi generasi muda.

Bagi DWP Kota Padang, “DWP Mengajar” menjadi salah satu bentuk pengabdian yang diarahkan untuk memperluas peran organisasi di tengah masyarakat. Program tersebut menempatkan pendidikan karakter, perlindungan anak, dan literasi sosial sebagai bagian penting dalam membangun lingkungan belajar yang sehat.

Melalui kunjungan dari sekolah ke sekolah, DWP Kota Padang berharap pesan-pesan edukatif dapat menjangkau lebih banyak siswa. Program yang dimulai sejak Februari 2026 itu pun diproyeksikan terus berlanjut dengan materi yang menyesuaikan dinamika dan persoalan yang berkembang di kalangan anak dan remaja.

Dengan demikian, “DWP Mengajar” tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antara organisasi, sekolah, guru, dan peserta didik. Upaya tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa menciptakan sekolah yang aman, sehat, dan ramah anak membutuhkan keterlibatan bersama dari seluruh unsur masyarakat.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news