Fadly Amran Resmikan 18 Hunsela bagi Penyintas Bencana di Lambung Bukit, Siapkan Langkah Menuju Huntap

6 days ago 14

Spanduk Dealer Program Juli Honda 300 x 50 cm

PADANG, KLIKPOSITIF –— Wali Kota Padang Fadly Amran meresmikan sekaligus menyerahkan kunci Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) kepada para penyintas bencana hidrometeorologi di kawasan Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Rabu (15/7/2026). Kehadiran hunian sementara tersebut menjadi harapan baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kota Padang pada penghujung 2025 lalu.

Sebanyak 18 unit Hunsela mulai ditempati warga terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 15 unit berada di kawasan Rimbo Panjang dan tiga unit lainnya berlokasi di kawasan Gerbang Langit. Hunian tersebut dibangun sebagai tempat tinggal transisi sembari menunggu realisasi pembangunan hunian tetap (Huntap) yang tengah dipersiapkan pemerintah.

Prosesi peresmian berlangsung penuh haru dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, perguruan tinggi, organisasi sosial, serta jajaran Pemerintah Kota Padang. Turut hadir Ketua Yayasan Universitas Baiturrahmah (Unbrah), Hj. Maizarnis, Rektor Unbrah Musliar Kasim, Sekretaris Universitas Andalas (Unand) Aidinil Zetra, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unand Mai Efdi, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPP IKA Unand) Hary Efendi Iskandar, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para donatur, serta elemen masyarakat Lambung Bukit.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima manfaat yang kini dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak setelah berbulan-bulan menghadapi masa sulit pascabencana.

“Selamat kepada bapak dan ibu yang hari ini menempati Hunsela. Semoga hunian sementara ini memberikan kenyamanan dan menjadi awal yang baik untuk bangkit kembali setelah bencana,” ujar Fadly.

Ia menegaskan bahwa Hunsela merupakan solusi sementara yang disiapkan untuk memastikan para penyintas memperoleh tempat tinggal yang sehat, aman, dan manusiawi. Menurutnya, keberadaan hunian transisi tersebut menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sebelum pembangunan hunian permanen terealisasi.

Fadly juga memastikan Pemerintah Kota Padang akan terus mengawal pemulihan warga terdampak secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga penyelesaian pembangunan Huntap. Selain itu, pemerintah daerah berkomitmen mempercepat penyediaan infrastruktur pendukung di kawasan hunian sementara, seperti akses jalan dan jaringan air bersih.

“Kami akan terus mencarikan solusi bagi warga yang belum dapat memperoleh Huntap, baik melalui program CSR maupun dukungan para dermawan. Untuk akses jalan dan air bersih juga sudah saya instruksikan kepada OPD terkait agar segera ditangani,” katanya.

Lebih jauh, Wali Kota Padang mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergotong royong menghadirkan hunian sementara bagi para korban bencana. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam membantu sesama.

“Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti kuatnya semangat kolaborasi dalam membantu masyarakat kita yang terdampak bencana. Semoga seluruh kebaikan yang diberikan menjadi amal ibadah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Hunsela Rimbo Panjang dan Gerbang Langit, Mairawita, menjelaskan bahwa pembangunan 18 unit Hunsela tersebut dapat terwujud berkat dukungan berbagai pihak, di antaranya DPP IKA Unand, Universitas Baiturrahmah, Grup Beringin, Grup Tamansari, Grup Arisan An-Nafisah, serta FMIPA Unand melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, pembangunan hunian sementara bagi para penyintas dilakukan secara bertahap sejak terjadinya bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 38 unit Hunsela telah berhasil dibangun sebagai hunian transisi bagi masyarakat terdampak.

“Hingga pertengahan 2026, kita bersama-sama telah membangun sebanyak 38 unit Hunsela secara bertahap sebagai hunian transisi bagi penyintas bencana hidrometeorologi. Hunsela tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga simbol kepedulian dan semangat gotong royong, dengan harapan seluruh penyintas nantinya dapat kembali memiliki hunian permanen yang aman dan layak,” ungkap Mairawita.

Ia menambahkan, seluruh unit Hunsela dibangun di atas lahan yang tidak memiliki persoalan status maupun kepemilikan. Kondisi tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pembangunan hunian tetap pada masa mendatang sehingga para penyintas dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal.

Peresmian Hunsela di Rimbo Panjang dan Gerbang Langit menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya pemulihan pascabencana di Kota Padang. Di tengah keterbatasan dan duka yang masih dirasakan para penyintas, kehadiran hunian sementara tersebut tidak hanya menghadirkan tempat berteduh, tetapi juga menjadi simbol harapan, solidaritas, dan semangat untuk bangkit kembali.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news