
Pertunjukan Fashion On The Street (FOS) Prawirotaman 2026 yang menjadi bagian dari Festival Prawirotaman di Jalan Prawirotaman II, Mergangsan, Kota Jogja, pada Jumat (21/8/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA — Festival Prawirotaman 2026 menjadi ruang bagi desainer dan pembatik muda Jogja untuk menunjukkan karya mereka kepada publik. Puluhan karya siswa SMA/SMK, mahasiswa, hingga desainer senior ditampilkan melalui Fashion On The Street (FOS) Prawirotaman 2026 dengan tema “Contemporary Art Batik Evolution - Milenial Batik Revolution”.
Founder Fashion On The Street, Lia Mustafa, mengatakan FOS kali ini melibatkan siswa dari sejumlah SMA/SMK di Kota Jogja yang menampilkan sekitar 36 karya. Selain itu, terdapat 12 karya mahasiswa Jurusan Tata Busana ISI Yogyakarta dan UNY, serta karya sejumlah desainer senior yang tergabung dalam komunitas dan asosiasi fesyen di Jogja.
“Untuk hari ini, ada yang membedakan dengan Fashion On The Street dalam rangka HUT Kota Jogja. Kali ini kita akan mendapatkan suguhan yang sangat luar biasa dari para model dan desainer SMK, baik SMK Negeri maupun SMK yang ada di Kota Yogyakarta,” kata Lia pada hari pertama Festival Prawirotaman, Jumat (21/8/2026).
Menurut Lia, FOS tidak semestinya hanya menjadi panggung peragaan busana bagi desainer dan penggiat fesyen. Kegiatan tersebut diharapkan berkembang menjadi perayaan yang melibatkan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Jogja sebagai Kota Batik Dunia.
“Kami berharap ini bukan hanya perayaan para desainer muda atau penggiat di dunia fashion, tetapi merupakan perayaan masyarakat Jogja dan Indonesia. Syukur-syukur ini menjadi sebuah perayaan internasional karena bagaimanapun juga kita harus mengukuhkan Jogja sebagai Kota Batik Dunia,” ujarnya.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, GKR Bendara, menilai FOS memberikan variasi baru bagi kawasan Prawirotaman yang memiliki beragam potensi wisata. Menurutnya, kegiatan tersebut layak digelar secara rutin karena dapat menambah daya tarik kawasan yang semakin ramai.
“Luar biasa sekali. Bagus sekali kalau tiap tahun nanti bisa diselenggarakan lagi, tentunya menambah warna di Prawirotaman yang semakin ramai dan banyak potensi-potensi yang bisa kita ekspos dengan adanya di sini,” ujar GKR Bendara.
Ia juga menilai keterlibatan pelajar dalam FOS menjadi kesempatan untuk memperkenalkan talenta mereka kepada masyarakat. Menurutnya, para desainer muda perlu mendapat ruang tampil lebih banyak agar semakin percaya diri dalam mengembangkan karya.
“Ini kita bisa lihat memang talent-talent yang mulai diasah. Jadi, kita lihat mereka memang harus lebih banyak diekspos lagi supaya mereka juga lebih berani dalam mengeluarkan desain-desain dari mereka,” katanya.
GKR Bendara menyebut kegiatan tersebut juga dapat mempertemukan potensi pariwisata dengan industri kreatif di Jogja. Kehadiran desainer muda dinilai dapat menambah variasi produk sekaligus mendorong kreativitas UMKM lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Lucia Daning Krisnawati, mengatakan Festival Prawirotaman tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-11. Salah satu pembaruan yang dilakukan adalah memperluas lokasi kegiatan hingga kawasan Jalan Prawirotaman II.
Perluasan area tersebut diharapkan tidak hanya menambah ruang bagi rangkaian festival, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar kawasan. UMKM, pelaku industri kreatif, dan masyarakat setempat menjadi kelompok yang diharapkan ikut mendapatkan dampak dari kegiatan tersebut.
“Festival Prawirotaman ke-11 ini menghadirkan berbagai inovasi, salah satunya dengan memperluas area kegiatan hingga kawasan Jalan Prawirotaman II. Perluasan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku UMKM, pelaku industri kreatif, serta masyarakat di sekitar kawasan Jalan Prawirotaman,” kata Daning.
Festival Prawirotaman 2026 berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Jalan Prawirotaman I dan II, Mergangsan. Rangkaian acara dibuka dengan pertunjukan barongsai oleh Naga Api Yogyakarta sebelum dilanjutkan dengan berbagai agenda festival, termasuk FOS Prawirotaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
5

















































