Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus saat Melakukan Kunjungan di Kabupaten Gowa (Dok: Ist).KabarMakassar.com — Kabupaten Gowa mencatat 2.015 kasus tuberkulosis (TB) sepanjang tahun 2025. Data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus meminta seluruh kader kesehatan di daerah untuk menjangkau 100 persen pasien TB, termasuk keluarga serumah, guna memutus rantai penularan.
Permintaan itu disampaikan Benyamin saat melakukan kunjungan kerja di Desa Siaga TB, Desa Bone, Kecamatan Bajeng, yang diterima langsung oleh Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang.
“Dari 2.015 kasus yang terdiagnosis, kader harus menjangkau seluruh pasien tanpa terkecuali. Pemeriksaan juga wajib mencakup keluarga pasien karena TB adalah penyakit menular,” tegas Benyamin, Selasa (13/01).
Ia menegaskan bahwa penanganan TB merupakan program prioritas nasional yang dipantau langsung oleh Presiden RI. Pemerintah pusat, kata dia, akan memperkuat dukungan ke daerah, termasuk dengan menyalurkan alat rontgen untuk mendukung deteksi dini TB dan penyakit lainnya.
“Begitu peralatan dikirim, segera lakukan pemetaan penggunaannya. Rontgen ini bukan hanya untuk TB, tetapi juga untuk mendeteksi penyakit lain,” ujarnya.
Benyamin menambahkan, penanganan TB dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan Kementerian Dalam Negeri, serta dukungan TNI dan Polri, sebagaimana pola kolaborasi saat penanganan Covid-19. Ia menyebut distribusi peralatan kesehatan akan dilakukan bertahap dan ditargetkan lengkap hingga Juni mendatang.
Sementara itu, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerahnya, khususnya dalam penanganan TB.
“Ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Gowa, terutama dalam upaya menekan TB,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dengan jumlah pasien TB terbanyak. Meski demikian, Pemkab Gowa berkomitmen kuat mengentaskan TB melalui penguatan layanan kesehatan dan dukungan penuh kepada para kader di 18 kecamatan.
“Kami bertekad mengentaskan TB di Gowa. Peran kader sangat penting dan kami berharap dukungan infrastruktur serta alat pendukung agar upaya eliminasi TB bisa terwujud,” kata Talenrang.
Pemkab Gowa juga mengandalkan Program One Day One District atau Sehari di Kecamatan, yang salah satu agendanya adalah pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Program ini dilaksanakan rutin dua kali dalam sebulan dan dinilai efektif untuk menjangkau kasus TB maupun layanan sektor lainnya.
“Kami mengajak semua pihak berkomitmen bersama agar TB di Gowa bisa ditekan dan dicegah,” tutup Bupati Talenrang.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, Direktur RSUD Syekh Yusuf, serta Tim Percepatan Penanggulangan TBC tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Sulsel.
















































