
Foto ilustrasi biodiesel dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel dan bioetanol untuk September 2026. Kedua jenis BBN tersebut sama-sama mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.
HIP biodiesel September 2026 ditetapkan sebesar Rp15.025 per liter ditambah ongkos angkut. Angka tersebut naik dari HIP biodiesel Agustus 2026 yang berada di level Rp14.924 per liter ditambah ongkos angkut.
Sementara itu, besaran konversi crude palm oil (CPO) menjadi biodiesel pada September 2026 ditetapkan sebesar US$85 per metrik ton. Nilai tersebut masih sama dengan besaran yang berlaku sejak Desember 2025.
Formula Harga Biodiesel
Besaran HIP BBN jenis biodiesel dihitung berdasarkan ketentuan Diktum Kesatu Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024 tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar.
Sementara itu, besaran ongkos angkut mengacu pada Lampiran I Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.
Secara terperinci, harga HIP BBN biodiesel diperoleh menggunakan formula:
HIP = (harga CPO KPB rata-rata + US$85 per ton) x 870 kg per m³ + ongkos angkut.
Faktor 870 kg per m³ merupakan faktor satuan dari kilogram ke liter. Adapun rata-rata harga CPO KPB untuk periode 25 Juli hingga 24 Agustus 2026 berada di level Rp15.746 per kg.
Untuk konversi nilai kurs, perhitungan menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.924 per US$.
Harga Bioetanol September 2026
Selain biodiesel, HIP BBN jenis bioetanol juga mengalami kenaikan pada September 2026.
HIP bioetanol ditetapkan sebesar Rp11.814 per liter. Harga tersebut naik dibandingkan HIP bioetanol Agustus 2026 yang tercatat sebesar Rp11.695 per liter.
Perhitungan HIP BBN bioetanol menggunakan formula yang telah ditetapkan, yakni:
HIP = (harga tetes tebu KPB rata-rata periode 3 bulan x 4,125 kg per liter) + US$0,25 per liter.
Harga tetes tebu KPB rata-rata untuk periode 15 Mei 2026 hingga 14 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp1.775 per kg.
Sementara itu, 4,125 kg per liter merupakan faktor satuan konversi dari kilogram ke liter. Adapun US$0,25 per liter merupakan nilai konversi bahan baku menjadi bioetanol.
Untuk konversi nilai kurs dalam perhitungan HIP bioetanol, digunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.970 per US$.
Dengan demikian, pada September 2026 HIP biodiesel ditetapkan Rp15.025 per liter ditambah ongkos angkut, sedangkan HIP bioetanol sebesar Rp11.814 per liter. Keduanya mengalami kenaikan dibandingkan harga indeks pasar pada Agustus 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
1

















































