Honda Rem Mendadak Proyek EV, Kini Gaspol Mobil Hybrid

4 hours ago 5

Jumali

Jumali Jum'at, 15 Mei 2026 12:17 WIB

Honda Rem Mendadak Proyek EV, Kini Gaspol Mobil Hybrid

Logo Honda/Reuters-Michael Caronna

Harianjogja.com, JOGJA— Honda mengambil langkah besar dengan memangkas ambisi kendaraan listrik murni dan mengalihkan fokus ke mobil hybrid setelah mengalami kerugian besar pada tahun fiskal 2025/2026.

Autocar melaporkan, Honda mencatat kerugian bersih tahunan pertama sejak perusahaan melantai di bursa pada 1957. Nilai kerugian itu mencapai sekitar ¥423,9 miliar atau setara Rp47 triliun.

Kerugian besar tersebut dipicu penghapusan aset dalam jumlah masif akibat pembatalan sejumlah proyek kendaraan listrik. Total nilai writedown yang dilakukan Honda disebut mencapai sekitar Rp174 triliun.

Beberapa proyek yang dihentikan antara lain pengembangan seri kendaraan listrik “0 Series” hingga kolaborasi EV bersama Sony. Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa Honda kini lebih berhati-hati dalam mengembangkan kendaraan listrik murni.

CEO Honda Toshihiro Mibe mengakui pengembangan kendaraan listrik membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dibanding perkiraan awal. Tingginya biaya riset, produksi, dan persaingan pasar membuat sejumlah proyek EV dinilai sulit menghasilkan keuntungan dalam waktu dekat.

Alih-alih terus membakar dana di sektor yang belum stabil, Honda kini memilih memperkuat kendaraan hybrid yang dianggap lebih realistis dan lebih cepat diterima pasar global.

Sebagai bagian dari strategi baru tersebut, Carscoops melaporkan Honda menargetkan peluncuran 15 model hybrid baru di berbagai negara hingga 2029.

Amerika Utara, Jepang, dan India menjadi pasar utama yang diprioritaskan dalam ekspansi hybrid generasi baru itu.

Selain memperbanyak model, Honda juga fokus melakukan efisiensi biaya produksi. Perusahaan menargetkan penurunan biaya platform hybrid hingga 30 persen dibanding teknologi sebelumnya.

Efisiensi konsumsi bahan bakar juga menjadi perhatian utama. Honda ingin meningkatkan efisiensi lebih dari 10 persen dibanding model hybrid produksi 2023.

Melalui strategi tersebut, perusahaan berharap mampu mengembalikan profitabilitas dan menargetkan laba operasional mencapai ¥1,4 triliun pada tahun fiskal 2028/2029.

Di tengah perubahan strategi besar tersebut, Honda juga mulai memperlihatkan calon model hybrid generasi baru mereka.

Salah satu yang menarik perhatian adalah Honda Hybrid Sedan Prototype yang diprediksi menjadi penerus Honda Accord generasi terbaru.

Mobil konsep itu hadir dengan desain fastback lima pintu, garis bodi tajam, dan tampilan lampu LED tipis yang terlihat modern serta sporty.

Selain sedan, Honda juga memperkenalkan Acura Hybrid SUV Prototype yang diyakini menjadi penerus Acura RDX generasi baru.

SUV tersebut tampil lebih agresif dengan desain bumper besar, garis bodi tegas, dan lampu belakang berbentuk huruf V.

Kedua model itu diproyeksikan mulai masuk jalur produksi dalam dua tahun ke depan dan menjadi fondasi platform hybrid terbaru Honda.

Perubahan strategi Honda dinilai dapat membawa dampak positif bagi konsumen Indonesia. Salah satunya potensi harga mobil hybrid yang lebih kompetitif karena efisiensi biaya produksi.

Pilihan model hybrid di pasar juga diperkirakan akan semakin beragam, tidak hanya terbatas pada model flagship seperti sebelumnya.

Honda juga sedang mengembangkan sistem penggerak semua roda elektrik atau AWD terbaru untuk meningkatkan performa dan karakter berkendara mobil hybrid mereka.

Langkah ini menunjukkan Honda tidak hanya mengejar efisiensi bahan bakar, tetapi juga tetap mempertahankan sensasi berkendara sporty yang selama ini menjadi ciri khas merek tersebut.

Meski fokus utama kini beralih ke hybrid, Honda belum sepenuhnya meninggalkan kendaraan listrik murni.

Perusahaan tetap menyiapkan investasi EV, meski jumlahnya dipangkas menjadi sekitar 0,8 triliun yen.

Honda juga memberi sinyal lebih terbuka terhadap kerja sama dengan pihak lain untuk pengembangan platform EV setelah 2030 guna mengurangi risiko investasi besar di tengah ketidakpastian pasar kendaraan listrik global.

Di Amerika Serikat, Honda bahkan mulai mengalihkan kapasitas produksi sejumlah pabrik mereka, termasuk fasilitas di Ohio, untuk mendukung produksi kendaraan hybrid dalam waktu dekat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news