
Bayi Harimau Amur lahir di Kebun Binatang Dublin, kucing terbesar di dunia, dilihat publik untuk pertama kalinya di Dublin, Irlandia, Sabtu (26/1/2019). (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Harianjogja.com, TOKYO — Kabar duka datang dari dunia konservasi satwa liar di Jepang. Seekor harimau Amur jantan bernama Kai, yang dikenal sebagai harimau tertua di negara tersebut, dilaporkan mati pada usia 20 tahun di Kebun Binatang Fukuoka.
Pemerintah setempat menyampaikan bahwa Kai ditemukan dalam kondisi tidak bergerak di area kandang terbuka pada Kamis pagi (4/6/2026). Berdasarkan pemeriksaan awal, kematian satwa langka tersebut diduga kuat disebabkan oleh faktor usia.
Kai merupakan salah satu individu penting dalam upaya pelestarian Harimau Amur, subspesies harimau yang juga dikenal sebagai harimau Siberia. Spesies ini saat ini berstatus terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature yang mengelola Daftar Merah spesies dunia.
Harimau Amur dikenal sebagai salah satu kucing besar terbesar di dunia, dengan habitat alami di kawasan hutan Rusia Timur Jauh dan sebagian wilayah Asia Timur. Populasinya terus terancam akibat perburuan liar dan kerusakan habitat.
Kai sendiri lahir pada Mei 2006 di sebuah kebun binatang di Prefektur Shizuoka sebelum dipindahkan ke Fukuoka setahun kemudian. Selama hampir dua dekade hidupnya, ia menjadi salah satu daya tarik utama sekaligus simbol edukasi konservasi bagi pengunjung.
Memasuki usia senja, kondisi kesehatan Kai mulai menurun. Sejak Februari 2026, pihak kebun binatang mencatat adanya penurunan nafsu makan dan aktivitas fisik yang signifikan. Demi menjaga kesehatannya, pengelola sempat menghentikan penampilan Kai di area terbuka pada Maret agar ia dapat beristirahat di area perawatan khusus.
Setelah sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan, Kai kembali diperkenalkan ke publik pada akhir Mei. Namun, kondisinya kembali melemah hingga akhirnya ditemukan mati beberapa hari kemudian.
Kepergian Kai menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi kebun binatang, tetapi juga bagi upaya edukasi publik tentang pentingnya pelestarian satwa langka.
Dengan wafatnya Kai, kini posisi harimau Amur tertua di Jepang beralih kepada seekor betina bernama Miruru yang berusia 18 tahun dan tinggal di Kebun Binatang Tokuyama, Prefektur Yamaguchi.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap spesies langka. Upaya konservasi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan generasi mendatang masih dapat mengenal satwa ikonik seperti harimau Amur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
4

















































