
Ilustrasi lari maraton. Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Sleman mencapai Rp203,98 miliar sepanjang Semester I 2026. Nilai tersebut telah memenuhi 52,68% dari target tahunan sebesar Rp387,20 miliar, sekaligus meningkat 7,26% dibandingkan capaian periode yang sama pada 2025 yang tercatat Rp190,17 miliar.
Kinerja tersebut juga memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah. Hingga Juni 2026, PAD pariwisata menyumbang 24,60% terhadap total PAD Kabupaten Sleman pada Semester I. Dengan demikian, masih terdapat target sebesar Rp183,22 miliar atau 47,32% yang perlu dikejar hingga akhir tahun.
Event Nasional Angkat PAD Pariwisata
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, mengatakan peningkatan penerimaan pada Juni dipengaruhi penyelenggaraan sejumlah agenda wisata berskala nasional yang berhasil menarik kunjungan wisatawan.
"Pelaksanaan Prambanan Jazz dan Mandiri Jogja Marathon tetap mendongkrak. Perbandingan yang dipakai adalah perbandingan bulanan. Dari grafik bulanan, adanya event Prambanan Jazz, Mandiri Jogja Marathon, dan libur anak sekolah meningkatkan penerimaan PAD bulan Juni sebesar 124,56% dibandingkan penerimaan PAD bulan April," kata Kus dihubungi, Kamis (23/7/2026).
Realisasi PAD sektor pariwisata pada Juni mencapai Rp37,33 miliar, lebih tinggi dibandingkan Mei sebesar Rp29,97 miliar maupun April yang mencapai Rp32,89 miliar.
Realisasi PAD Semester I
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Sleman, realisasi PAD sektor pariwisata sepanjang Semester I 2026 tercatat sebagai berikut:
Januari: Rp45,63 miliar
Februari: Rp32,17 miliar
Maret: Rp25,99 miliar
April: Rp32,89 miliar
Mei: Rp29,97 miliar
Juni: Rp37,33 miliar
Meski realisasi pada Juni meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, secara triwulanan capaian Triwulan II sebesar Rp100,19 miliar, atau turun 3,46% dibandingkan Triwulan I yang mencapai Rp103,79 miliar. Dinas Pariwisata menilai penurunan tersebut masih mencerminkan kinerja yang relatif stabil.
Restoran Jadi Penyumbang Terbesar
Dari sisi sumber pendapatan, sektor makanan dan minuman atau restoran masih menjadi kontributor utama PAD pariwisata Sleman.
Nilainya mencapai Rp100,89 miliar, atau 49,46% dari total PAD sektor pariwisata selama Semester I 2026.
Kontributor terbesar berikutnya berasal dari:
Jasa perhotelan: Rp75,38 miliar (36,86%)
Jasa hiburan: Rp15,32 miliar (7,51%)
Retribusi daerah: Rp2,87 miliar (1,41%)
Lain-lain PAD yang sah: Rp0,59 miliar (0,29%)
Target Akhir Tahun Masih Dinamis
Dinas Pariwisata Sleman memperkirakan realisasi PAD sektor pariwisata hingga akhir 2026 berada pada kisaran Rp310 miliar hingga Rp387 miliar.
Dalam skenario optimistis, realisasi diproyeksikan mencapai 95%-100% dari target atau sekitar Rp368 miliar hingga Rp387 miliar.
Sementara itu, skenario moderat berada pada kisaran 88%-92% atau Rp340 miliar hingga Rp356 miliar, sedangkan skenario pesimistis diperkirakan mencapai 80%-85% atau Rp310 miliar hingga Rp329 miliar.
Menurut Kus, proyeksi tersebut masih akan terus diperbarui menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan, termasuk dampak musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang.
"Proyeksi penerimaan PAD sektor pariwisata akan selalu diperbarui karena dibuat mengacu pada kondisi saat ini. Pengaruh kemarau yang diprediksi lebih panjang dan kering akan terlihat ketika capaian penerimaan PAD sektor pariwisata sudah kami terima. Insya Allah akan ada pembaruan proyeksi pencapaian PAD," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
1

















































