Pulau Rengit di wilayah Kepulauan Belitung kini dapat menikmati akses listrik andal selama 24 jam penuh (Dok: Ist)KabarMakassar.com — Masyarakat Pulau Rengit di wilayah Kepulauan Belitung kini dapat menikmati akses listrik andal selama 24 penuh. Capaian ini terwujud berkat penerapan inovasi sistem kelistrikan Green Ecosystem Technopark yang dikembangkan oleh PT PLN (Persero).
Sebelumnya, kawasan kepulauan seluas 25 hektare yang dihuni oleh 150–200 jiwa—yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan—tersebut hanya mendapatkan pasokan listrik selama 12 jam sehari dengan mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
Melalui terobosan terbaru ini, Pulau Rengit resmi menjadi pulau pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menggunakan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) berbasis hidrogen hijau.
Untuk memikul beban puncak sebesar 12,9 kW, sistem Green Ecosystem Technopark menggabungkan tiga teknologi utama secara terintegrasi:
1. Sistem Fotovoltaik: Menggunakan Panel Surya (PV) kapasitas 79,38 kWp yang dilengkapi Hybrid Inverter 60 kW.
2. Sistem Baterai (BESS): Memiliki kapasitas penyimpanan energi sebesar 200 kWh.
3. Sistem Energi Hidrogen: Terdiri dari Electrolizer (~4 kg H2/hari), Hydrogen Tank (2,24 kg), dan Fuel Cell (5 kW) yang dikontrol melalui Energy Management System (EMS) untuk menyalurkan energi ke rumah tangga serta fasilitas desa.
Keberhasilan di Pulau Rengit menjadi model percontohan (pilot project) masa depan kelistrikan Indonesia, khususnya untuk daerah kepulauan dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Inovasi ini mendukung percepatan transisi energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan nasional pada pembangkit berbahan bakar fosil.
![]()


















































