Newswire Jum'at, 21 Agustus 2026 23:37 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. /Antara/Anadolu/py.\r\n
Harianjogja.com, ISTANBUL—Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS). Menurut dia, perang sebaiknya dihentikan ketika Iran berada dalam posisi "kuat dan bermartabat".
Pezeshkian menyampaikan hal tersebut pada Jumat (21/8) sekaligus membela kesepakatan terbaru antara Teheran dan Washington. Ia menyebut hasil perundingan kedua pihak sebagai "pencapaian besar" yang telah disetujui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Dalam sebuah acara, Pezeshkian mengatakan anggota dewan yang terlibat langsung dalam proses perundingan telah mempertahankan hasil kesepakatan tersebut dengan tegas.
"Apa yang dicapai selama perundingan merupakan sebuah pencapaian besar," katanya, seraya menambahkan bahwa anggota dewan yang terlibat langsung dalam proses tersebut telah mempertahankan dengan tegas.
Pezeshkian Sebut Kesepakatan Terbaru Bernilai
Pezeshkian menggambarkan kesepakatan terbaru Iran-AS sebagai sesuatu yang "terhormat dan bernilai". Ia sekaligus menolak kritik yang menyebut Teheran telah memberikan konsesi dalam perundingan tersebut.
"Mereka tidak dapat menemukan satu pun klausul dalam kesepakatan ini yang menunjukkan penyerahan diri, seluruh komitmen terkait dengan pihak lain," katanya.
Meski mendukung kesepakatan tersebut, Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan tunduk apabila kembali mendapat serangan.
"Kami dalam keadaan apa pun tidak akan tunduk pada intimidasi," katanya. "Kami akan melawan mereka hingga hembusan napas terakhir dan memberikan respons yang sangat keras."
Menurut Pezeshkian, perang pada akhirnya harus berakhir. Ia menilai kondisi saat ini menjadi momentum yang tepat untuk mengakhiri konflik tersebut.
"Lebih baik mengakhiri perang hari ini, ketika kami berada dalam posisi kuat dan bermartabat," katanya, seraya menuduh Amerika Serikat telah melanggar aturan internasional dengan menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur Iran.
Pezeshkian juga mengatakan para komandan militer dan angkatan bersenjata Iran tetap sepenuhnya siap mempertahankan negara. Pada saat yang sama, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan di dalam negeri.
Iran dan AS Sepakati Nota 14 Poin
Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman berisi 14 poin di Islamabad pada 18 Juni dengan mediasi Pakistan dan Qatar.
Kesepakatan tersebut mengatur penghentian perang serta periode perundingan selama 60 hari untuk menuju kesepakatan final.
Namun, Teheran kemudian menuduh Washington melanggar nota kesepahaman tersebut. Di tengah perselisihan itu, Pakistan dan Qatar terus melanjutkan upaya mediasi antara kedua pihak.
Hizbullah Dukung Perundingan Iran-AS
Di sisi lain, Hizbullah mendukung dimulainya kembali perundingan antara Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan. Kelompok tersebut juga tetap berkomitmen pada jalur perundingan di Islamabad.
Anggota Parlemen Lebanon dari Blok Loyalitas terhadap Perlawanan, sayap politik Hizbullah, Ali Mokdad, mengatakan jalur perundingan Islamabad tetap menjadi fokus.
"Fokusnya tetap pada jalur perundingan Islamabad, yakni perundingan antara Teheran dan Washington di ibu kota Pakistan, karena melalui proses itu perang di Lebanon dihentikan, bukan sebagai hasil dari kerangka kesepakatan langsung antara Israel dan otoritas Lebanon," kata Mokdad seperti dilaporkan kantor berita RIA Novosti dari Beirut, Jumat.
Mokdad mengatakan deeskalasi yang berlangsung saat ini tidak berarti proses perdamaian telah berakhir. Salah satu poin utama dalam perundingan Iran-Amerika Serikat adalah pemulihan perdamaian di Lebanon.
"Ancaman Iran untuk melakukan pembalasan jika penembakan terus berlanjut, termasuk serangan terhadap Beirut dan pinggiran selatan ibu kota, menegaskan kembali poin pertama dalam kesepakatan yang menyerukan pembentukan perdamaian komprehensif dan berkelanjutan di Lebanon," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
2

















































