Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis

2 hours ago 2

Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis Selat Hormuz Iran. / ist

Harianjogja.com, ISTANBUL—Produksi minyak Kuwait mengalami penurunan tajam di tengah gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia. Kondisi ini langsung memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan dan harga minyak global.

Kuwait Petroleum Corporation menyatakan pengurangan produksi dilakukan karena situasi keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut memburuk sejak awal Maret. Gangguan ini berdampak langsung pada aktivitas ekspor minyak mentah.

“Kami terpaksa memangkas produksi karena ketidakamanan rute pelayaran di jalur perairan strategis tersebut, situasi ini merupakan eskalasi serius yang mengancam stabilitas pasar energi global,” tulis perusahaan dalam pernyataan resminya, Rabu (25/2026).

Penurunan produksi terjadi signifikan, dari sebelumnya lebih dari 3 juta barel per hari menjadi sekitar 500.000 barel per hari sejak 10 Maret. Meski demikian, perusahaan memastikan kapasitas produksi dapat dipulihkan dalam waktu relatif cepat jika situasi kembali stabil.

Produksi disebut bisa kembali normal dalam waktu tiga hingga empat bulan setelah konflik mereda, meski tidak dijelaskan secara rinci target produksi terbaru saat ini.

Gangguan di Selat Hormuz sendiri terjadi setelah meningkatnya konflik di kawasan sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Jalur ini selama ini menjadi titik penting distribusi sekitar 20 juta barel minyak setiap hari.

Terganggunya jalur pelayaran tersebut tidak hanya menghambat distribusi, tetapi juga mendorong biaya pengiriman melonjak dan memicu kenaikan harga minyak dunia.

Eskalasi konflik terus berlanjut setelah Iran melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal yang menyasar Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Rangkaian serangan dan balasan ini menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur, sekaligus memperluas dampak terhadap pasar energi dan penerbangan global.

Dalam situasi ini, penurunan produksi minyak Kuwait menjadi salah satu indikator nyata bagaimana konflik geopolitik di kawasan Teluk langsung memengaruhi pasokan energi dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news