Jumali Rabu, 29 Juli 2026 09:17 WIB

Ban Kendaraan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kondisi ban sering kali luput dari perhatian pemilik kendaraan. Banyak pengendara baru menyadari pentingnya mengganti ban setelah permukaannya benar-benar aus atau bahkan ketika terjadi masalah di jalan.
Belakangan, media sosial ramai membahas isu mengenai tilang khusus bagi kendaraan yang menggunakan ban gundul. Namun di balik perdebatan tersebut, ada persoalan yang jauh lebih penting, yakni keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya.
Ban merupakan satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Karena itu, kondisinya sangat menentukan kemampuan kendaraan untuk berakselerasi, bermanuver, hingga berhenti dengan aman.
Salah satu tanda ban yang perlu segera diganti adalah hilangnya alur atau kembang ban. Kondisi ini dikenal masyarakat sebagai ban gundul.
Ketika alur ban mulai menipis, kemampuan ban untuk mencengkeram permukaan jalan ikut berkurang. Risiko tersebut semakin besar ketika kendaraan digunakan saat hujan atau melintasi jalan yang basah.
Rawan Tergelincir Saat Hujan
Alur pada ban memiliki fungsi penting untuk membuang air dari permukaan ban saat kendaraan melaju. Dengan demikian, ban tetap dapat menempel pada aspal dan mempertahankan traksi.
Jika alur sudah habis, air tidak dapat dialirkan dengan baik. Akibatnya, ban berpotensi kehilangan kontak dengan jalan dan kendaraan dapat mengalami hydroplaning atau melayang di atas lapisan air.
Situasi tersebut membuat kendaraan sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada kecepatan tinggi.
Jarak Pengereman Menjadi Lebih Panjang
Bahaya lain dari ban gundul adalah berkurangnya efektivitas pengereman.
Tapak ban yang sudah aus menyebabkan daya cengkeram terhadap aspal menurun. Ketika pengemudi menginjak rem secara mendadak, kendaraan membutuhkan jarak yang lebih panjang untuk berhenti dibandingkan ban yang masih dalam kondisi baik.
Dalam situasi darurat, selisih beberapa meter saja dapat menentukan apakah kendaraan berhasil menghindari tabrakan atau justru mengalami kecelakaan.
Risiko Pecah Ban Meningkat
Selain mengurangi traksi, ban yang aus juga lebih rentan mengalami kerusakan.
Lapisan karet yang semakin tipis membuat struktur ban lebih mudah terpengaruh panas akibat gesekan dengan jalan. Ban juga menjadi lebih rentan terhadap tusukan benda tajam maupun benturan lubang jalan.
Pada kondisi tertentu, kerusakan tersebut dapat memicu pecah ban secara tiba-tiba. Jika terjadi saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, risiko kehilangan kendali menjadi sangat besar.
### Bagaimana Aturan Hukumnya?
Terkait isu tilang ban gundul yang ramai beredar, perlu dipahami bahwa tidak ada aturan baru mengenai razia khusus ban gundul.
Namun, kondisi ban tetap masuk dalam aspek kelaikan jalan kendaraan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Aturan tersebut mengharuskan setiap kendaraan yang beroperasi di jalan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, termasuk kondisi ban yang aman digunakan.
Karena itu, pemeriksaan ban tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyangkut keselamatan seluruh pengguna jalan.
Kapan Ban Harus Diganti?
Pengendara disarankan memeriksa kondisi ban secara berkala. Jika alur ban sudah mendekati batas indikator keausan atau permukaan ban terlihat rata, maka penggantian sebaiknya segera dilakukan.
Selain memperhatikan ketebalan alur, pemilik kendaraan juga perlu memeriksa adanya retakan, benjolan, atau kerusakan lain yang dapat mengurangi kekuatan ban.
Mengganti ban memang membutuhkan biaya tambahan. Namun dibandingkan risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan jiwa, pengeluaran tersebut merupakan investasi penting untuk keamanan berkendara.
Karena itu, jangan menunggu hingga ban benar-benar habis atau mengalami kerusakan saat digunakan. Pemeriksaan rutin dan penggantian tepat waktu menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
2

















































