ilustrasi musim panen (dok. Ist)KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Kabupaten Luwu Timur mulai mengintensifkan pengawasan harga gabah menjelang puncak panen yang diperkirakan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026. Langkah ini dilakukan menyusul masih adanya keluhan petani terkait harga pembelian gabah yang dinilai berada di bawah standar.
Pemkab Luwuu Timur menilai pengawasan distribusi dan harga menjadi faktor penting dalam menjaga kesejahteraan petani. Selain itu, stabilitas harga juga dinilai berpengaruh terhadap ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa pengawasan harga gabah harus menjadi perhatian bersama seluruh pihak yang terlibat dalam sektor pertanian. Pemerintah daerah meminta seluruh pemangku kepentingan untuk aktif memantau proses panen dan distribusi hasil pertanian.
Hal ini dilakukan agar tidak terjadi praktik pembelian gabah di bawah harga yang telah ditetapkan. Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
“Panen ini harus kita awasi dan kawal dengan baik. Masih ada petani yang mengeluh karena harga pembelian di bawah harga standar Rp6.500. Ini tidak boleh terjadi,” tuturnya.
Irwan juga menegaskan bahwa harga Rp6.500 merupakan batas terendah pembelian gabah yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak. Ia meminta aparat dan instansi terkait untuk hadir langsung di tengah masyarakat guna memastikan aturan tersebut dijalankan di lapangan.
Pemerintah daerah tidak menginginkan adanya pelanggaran yang merugikan petani saat musim panen berlangsung. Upaya pengawasan akan dilakukan secara intensif selama masa panen raya.
“Rp6.500 merupakan harga terendah. Tidak boleh ada pembelian di bawah harga tersebut dengan alasan apa pun,” tegas Irwan.
Selain pengawasan harga, Pemkab Lutim juga mendorong optimalisasi penggunaan gudang sebagai tempat penampungan gabah petani. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hasil panen yang melimpah dapat terserap secara maksimal di tingkat daerah.
Pemerintah menilai ketersediaan gudang yang memadai akan membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Penyerapan hasil panen yang optimal juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Pemkab Lutim juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program yang berpihak kepada petani. Sinergi ini dinilai penting untuk mengatasi berbagai kendala yang muncul selama musim panen.
Irwan menyatakan akan memberikan perhatian terhadap setiap persoalan yang dihadapi petani. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
“Jika kita peduli dan bersama-sama menjalankan program pemerintah, maka tidak ada yang sulit. Kendala yang ada akan menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Di sisi lain, ketersediaan stok beras di wilayah tersebut dinilai masih dalam kondisi aman. Perwakilan Perum Bulog Cabang Palopo menyebutkan bahwa stok beras saat ini berada pada level yang cukup tinggi.
Ketersediaan stok tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Luwu Raya. Namun demikian, keterbatasan kapasitas gudang masih menjadi tantangan yang perlu diatasi.
“Ketahanan stok sangat tinggi, dengan penyaluran ke wilayah Luwu Raya sekitar 2.000 ton. Secara umum, stok di Sulawesi Selatan sangat mencukupi dan stabil tinggal kapasitas gudang masih menjadi kendala,” jelasnya.
Ketua Perpadi Luwu Timur, I Wayan Slamet juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam meningkatkan penyerapan hasil pertanian masyarakat. Menurutnya, keterlibatan pemerintah sangat diperlukan agar hasil panen petani tidak mengalami penurunan nilai jual di pasaran.
“Dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar penyerapan hasil pertanian masyarakat dapat secara optimal,” pungkasnya.


















































