Kandea Dilalap Api, 37 Rumah Rusak dan 245 Warga Terdampak

12 hours ago 6
Kandea Dilalap Api, 37 Rumah Rusak dan 245 Warga Terdampak Suasana Kebakaran di Kandea Kota Makassar (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Kandea 3 Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Makassar, Senin (10/8) malam.

Kobaran api berdampak terhadap puluhan rumah dan ratusan warga di Jalan Kandea Kota Makassar.

Berdasarkan asesmen awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, sebanyak 37 rumah terdampak dan 245 warga dari 60 kepala keluarga (KK) ikut terdampak akibat peristiwa tersebut.

Dari jumlah rumah yang terdampak, sebanyak 25 rumah mengalami rusak berat, tujuh rumah rusak sedang, dan lima lainnya mengalami rusak ringan.

Sebaran kerusakan tercatat di dua wilayah. Sebanyak 20 rumah berada di RT 03/RW 04, sedangkan 17 rumah lainnya berada di RT 04/RW 04.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.10 WITA. Api dengan cepat merambat di kawasan permukiman yang sebagian bangunannya merupakan rumah semi permanen.

Setelah api berhasil dikendalikan, BPBD langsung melakukan pendataan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta kondisi warga yang terdampak.

“Setelah api berhasil dikendalikan, fokus kami adalah memastikan kondisi warga, melakukan asesmen kerusakan dan mendata kebutuhan mendesak, terutama bagi anak-anak, balita, lansia dan kelompok rentan,” ujar Kepala BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli, Selasa (11/08).

Dari 245 warga yang terdampak, terdapat 63 anak, 30 balita, 11 lansia dan satu ibu hamil. Dua warga juga dilaporkan mengalami luka ringan.

Hingga asesmen awal dilakukan, BPBD menyatakan belum menerima laporan adanya korban meninggal dunia akibat kebakaran tersebut.

Kebutuhan mendesak warga mulai dipetakan. Sejumlah bantuan yang diperlukan antara lain terpal, baby kit, family kit, first aid kit, pakaian, sarung dan selimut.

BPBD memastikan penanganan warga tidak berhenti setelah api dipadamkan. Pemerintah akan melanjutkan asesmen untuk menentukan kebutuhan bantuan sekaligus langkah pemulihan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Api memang sudah padam, tetapi bagi warga terdampak, persoalan belum selesai. Pemerintah harus hadir pada fase pemulihan. Kami akan melihat apa yang paling mendesak dan apa yang dibutuhkan untuk mempercepat recovery warga,” katanya.

Dukungan psikososial juga menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang mengalami dampak psikologis akibat kebakaran.

Sementara proses pemadaman melibatkan sekitar 50 unit armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar. Penanganan di lapangan juga melibatkan BPBD, TNI, Polri, Tagana, TBM dan PMI Kota Makassar.

Akses menuju lokasi kebakaran masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Adapun penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, namun kepastian penyebab masih menunggu pemeriksaan pihak berwenang.

BPBD menegaskan angka kerusakan dan jumlah warga terdampak masih bersifat sementara. Pembaruan data akan dilakukan setelah asesmen lanjutan di lapangan.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Tim akan terus bekerja dan melakukan pembaruan data sebagai dasar langkah pemulihan berikutnya,” ujarnya.

Loading

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news