Pencegahan TBC, Dinkes Makassar Perkuat Investigasi Kontak Serumah

4 hours ago 5
Pencegahan TBC, Dinkes Makassar Perkuat Investigasi Kontak Serumah

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan memperluas penelusuran kontak hingga ke tingkat keluarga.

Strategi tersebut tidak hanya mengandalkan puskesmas dan tenaga kesehatan. Dinas Kesehatan Kota Makassar akan melibatkan kader kesehatan, komunitas, fasilitas kesehatan swasta, klinik hingga rumah sakit untuk memperkuat investigasi kontak serumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah penularan TBC semakin meluas.

“Karena itu, penguatan skrining dan penelusuran kontak menjadi bagian penting untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah terjadinya penularan lebih luas,” ujar Nursaidah, Selasa (11/08).

Menurut Nursaidah, salah satu persoalan yang masih membutuhkan perhatian adalah rendahnya pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada kontak serumah pasien TBC.

Hingga evaluasi program 2026, TPT baru diberikan kepada 516 orang dari target 72.240 kontak serumah. Capaian tersebut baru sekitar 0,71 persen.

“Yang menjadi kendala di Kota Makassar yang sangat rendah adalah cakupan pemberian TPT atau terapi pencegahan tuberkulosis kontak serumah,” katanya.

Kontak serumah menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian karena memiliki risiko lebih tinggi terpapar TBC dari anggota keluarga yang telah terdiagnosis.

Dinkes Makassar pun akan mengubah strategi penelusuran dengan memperkuat investigasi kontak di seluruh puskesmas. Pelibatan jejaring kesehatan di luar pemerintah menjadi bagian dari langkah tersebut.

Nursaidah mengatakan edukasi kepada keluarga pasien juga akan ditingkatkan. Upaya ini dilakukan karena masih ditemukan penolakan terhadap pemberian TPT.

Keluarga pasien diharapkan memahami bahwa terapi pencegahan merupakan salah satu upaya untuk mencegah orang yang telah terpapar berkembang menjadi TBC aktif.

“Setiap program akan membutuhkan proses dan rangkaian koordinasi. Untuk itu, mari kita memperkuat kolaborasi dalam penanggulangan tuberkulosis,” tutur Nursaidah.

Selain kontak serumah, Dinkes Makassar akan memperluas skrining aktif pada kelompok dan kawasan yang memiliki risiko lebih tinggi.

Sasaran skrining mencakup kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi, tempat kerja, rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan, serta kelompok rentan seperti lansia dan masyarakat dengan penyakit penyerta tertentu.

Skrining juga diarahkan kepada kelompok dengan kondisi yang dapat meningkatkan risiko TBC, termasuk penyandang diabetes melitus dan kelompok dengan HIV.

“Langkah ini, kita harapkan dapat memperluas jangkauan penemuan kasus sehingga semakin banyak kasus dapat ditemukan dan ditangani lebih awal,” jelasnya.

Berdasarkan evaluasi program 2026, penemuan terduga TBC di Makassar mencapai 27.851 orang atau 57,11 persen dari target 48.763 orang.

Sementara penemuan kasus TBC terkonfirmasi mencapai 5.556 kasus atau 61,53 persen dari target 9.030 kasus.

Nursaidah menilai capaian tersebut menunjukkan upaya penemuan kasus aktif maupun pasif telah berjalan, namun masih ada sasaran yang belum tersaring melalui sistem skrining kesehatan.

Di sisi pengobatan, sebanyak 4.578 pasien atau 82,40 persen berhasil menyelesaikan pengobatan secara adekuat. Capaian tersebut masih berada di bawah standar nasional yang ditargetkan minimal 90 persen.

Untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan, Dinkes Makassar akan memperkuat peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dan memanfaatkan teknologi komunikasi, termasuk pengawasan melalui aplikasi WhatsApp.

Masih terdapat 978 pasien yang perlu menjadi perhatian karena berisiko mengalami putus obat, retensi dalam pengobatan maupun kematian.

“Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian melalui penguatan pendampingan selama masa pengobatan,” imbuhnya.

Nursaidah menegaskan penanggulangan TBC membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat hanya dibebankan kepada fasilitas kesehatan pemerintah.

Dengan memperkuat peran kader, komunitas, klinik, rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan swasta, Pemkot Makassar berharap penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat sekaligus memperkuat upaya pencegahan penularan TBC di masyarakat.

Loading

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news