Kecewa, 17 Pengurus PSI Gunungkidul Lompat Pagar ke Nasdem

2 hours ago 2

Kecewa, 17 Pengurus PSI Gunungkidul Lompat Pagar ke Nasdem

Istimewa\r\nMantan kader PSI Gunungkidul memakai kaos Partai Nasdem sebagai tanda menjadi anggota baru dalam acara konsolidasi internal di rumah Ketua DPD Nasdem Gunungkidul, Suharno, di Padukuhan Gelung, Gari, Wonosari, Minggu (23/8/2026).\r\n\r\n

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 17 pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Gunungkidul memutuskan bergabung dengan Partai Nasdem. Perpindahan tersebut dilakukan pada Minggu (23/8/2026) dan disebut dilatarbelakangi kekecewaan terhadap keputusan internal PSI.

Mantan kader PSI Gunungkidul, R Sukrisno, mengatakan dirinya bersama 17 pengurus PSI Gunungkidul menyatakan pindah partai saat konsolidasi internal Nasdem. Deklarasi tersebut berlangsung di kediaman Ketua DPD Nasdem Gunungkidul, Suharno.

“Kami mantap untuk gabung ke Nasdem,” kata Sukisno kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).

Sukrisno menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah dirinya dan sejumlah pengurus merasa kecewa. Ia mengaku telah memberikan sumbangsih untuk PSI sejak Pemilu 2019 dan 2024 agar partai tersebut dapat ikut berkontestasi dalam pesta demokrasi.

“Kami kecewa karena dua periode ikut berjuang, tapi kami langsung ditinggalkan. Dalihnya, kami diganti dengan pengurus yang muda-muda,” katanya.

Pengurus di 18 Kapanewon Disebut Ikut Bergabung

Sukrisno yang sebelumnya menjadi koordinator PSI di Kapanewon Tanjungsari mengatakan perpindahan tersebut tidak hanya berasal dari wilayah pesisir Gunungkidul.

Ia menyebut pengurus di 18 kapanewon sepakat ikut bergabung dengan Nasdem. Keputusan tersebut, menurutnya, juga didasari penilaiannya terhadap Ketua DPD NasDem Gunungkidul, Suharno.

“Kami sudah tahu sepak terjang Pak Harno sehingga kami siap untuk ikut berperan dan visi misi yang dimiliki Nasdem,” ungkapnya.

Nasdem Buka Pintu bagi Kader Partai Lain

Ketua DPD Nasdem Gunungkidul, Suharno, menyambut baik bergabungnya anggota baru yang sebelumnya menjadi kader PSI di Bumi Handayani.

Menurut Suharno, Nasdem terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dan ikut memenangkan partai tersebut.

“Siapa saja boleh gabung karena kami terbuka bagi siapapun,” kata Suharno.

Anggota DPRD DIY tersebut memastikan perpindahan kader PSI ke Nasdem merupakan inisiatif pribadi. Ia juga menegaskan tidak ada iming-iming yang diberikan kepada mereka untuk bergabung.

“Tentunya kami terima. Tapi, untuk kepindahan dari partai lain harus menyelesaikan administrasi sesuai dengan AD ART partai,” katanya.

PSI Gunungkidul Tanggapi Santai

Sementara itu, Ketua DPD PSI Gunungkidul, Agustinus Sujadmo, memilih menanggapi santai perpindahan sejumlah kadernya ke NasDem.

Menurut dia, perpindahan kader ke partai lain merupakan hal yang biasa terjadi dalam dinamika politik. Karena itu, PSI Gunungkidul tidak mempermasalahkan keputusan tersebut.

“Memang sempat jadi pengurus, tapi dalam struktur pengurusan yang lama. Setelah saya menjadi ketua dan membentuk kepengurusan baru, mereka tidak lagi masuk dalam pengurusan,” katanya.

Dengan demikian, perpindahan tersebut mempertemukan tiga sikap berbeda. Sukrisno dan para pengurus yang pindah menyatakan kecewa terhadap keputusan kepengurusan PSI, Nasdem menyatakan terbuka menerima mereka, sedangkan PSI Gunungkidul menganggap perpindahan kader sebagai hal biasa dalam politik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news