Taman Budaya Sleman Diusulkan Jadi Ikon dan Pusat Informasi Budaya

3 hours ago 2

Taman Budaya Sleman Diusulkan Jadi Ikon dan Pusat Informasi Budaya

Ilustrasi Taman Budaya. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/ChatGPT

Harianjogja.com, SLEMAN—Taman Budaya Sleman didorong tidak berhenti sebagai ruang pertunjukan dan ekspresi seni. Mantan Ketua Dewan Kebudayaan Sleman, Dwijo, mengusulkan kawasan tersebut dikembangkan menjadi pusat informasi komprehensif mengenai berbagai potensi kebudayaan di Kabupaten Sleman.

Menurut Dwijo, keberadaan Taman Budaya Sleman seharusnya dapat merepresentasikan budaya masyarakat Sleman secara lebih luas. Representasi itu mencakup budaya pikir, budaya tindak, hingga budaya material.

“Dengan adanya taman budaya diharapkan budaya semakin jelas, semakin menggelora, semakin kreatif, dan semakin produktif,” kata Dwijo dihubungi, Selasa (25/8/2026).

One Stop Information on Sleman Culture

Dwijo menawarkan konsep One Stop Information on Sleman Culture sebagai salah satu gagasan yang dapat dikembangkan di Taman Budaya Sleman.

Konsep tersebut memungkinkan pengunjung memperoleh informasi mengenai berbagai potensi budaya Sleman dalam satu tempat. Informasi itu dapat mencakup kesenian, karya budaya, hingga desa budaya yang tersebar di berbagai wilayah Sleman.

Salah satu bentuknya, menurut Dwijo, dapat berupa layar sentuh yang ditempatkan di area depan atau welcome gate. Pengunjung kemudian dapat memilih informasi kebudayaan yang ingin diketahui.

Sebagai contoh, ketika pengunjung memilih informasi mengenai seni jatilan, layar dapat menampilkan daerah yang memiliki kesenian tersebut sekaligus informasi mengenai kelompok atau pertunjukannya.

Konsep serupa dapat diterapkan untuk informasi mengenai keris. Pengunjung dapat memperoleh keterangan mengenai lokasi produksi, filosofi, jenis, hingga tempat pembuatan keris.

“Kalau ingin tahu tentang keris lebih banyak atau membeli, dipersilakan datang di tempat lokus pembuatan keris. Di situ diberikan alamatnya, teleponnya, dan seterusnya,” ujarnya.

Bukan Mengambil Alih Sentra Budaya

Menurut Dwijo, konsep pusat informasi tersebut justru harus membuat Taman Budaya Sleman terhubung dengan berbagai sentra kebudayaan yang sudah berkembang di wilayah Sleman.

Ia menekankan Taman Budaya Sleman tidak perlu mengambil alih fungsi sentra-sentra budaya yang tersebar di berbagai lokasi. Sebaliknya, informasi yang tersedia di taman budaya harus menjadi pintu bagi pengunjung untuk mendatangi langsung lokasi kebudayaan.

“Informasinya yang cukup, kalau ingin lebih tahu lebih mendalam, harus datang di lokasi,” ucapnya.

Dengan pola tersebut, Taman Budaya Sleman berfungsi sebagai pusat informasi sekaligus penghubung antara masyarakat atau wisatawan dengan lokasi-lokasi budaya di Sleman.

Didorong Menjadi Ikon Sleman

Selain fungsi informasi, Dwijo menilai Taman Budaya Sleman perlu memiliki identitas yang kuat sebagai ikon Kabupaten Sleman.

Identitas tersebut dapat diwujudkan melalui bangunan, welcome kit, maupun berbagai sudut kawasan yang merepresentasikan karakter budaya masyarakat Sleman.

“Taman Budaya Sleman merupakan ekspresi ikonnya orang Sleman. Sehingga kalau datang ke Sleman, oh inilah Sleman,” katanya.

Dwijo berharap berbagai potensi kebudayaan Sleman dapat tercermin dalam keberadaan Taman Budaya Sleman. Potensi tersebut mencakup karya, perilaku, dan pola pikir masyarakat.

Dengan demikian, Taman Budaya Sleman tidak sekadar menjadi lokasi berkegiatan seni dan budaya. Lebih jauh, kawasan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan budaya yang tersebar di seluruh Sleman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news