Newswire Selasa, 25 Agustus 2026 16:42 WIB

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026). /ANTARA-YouTube Sekretariat Presiden. Maria Cicilia Galuh.
JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menyiapkan 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan ke daerah guna memperkuat sosialisasi dan edukasi masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin, Presiden Prabowo mengatakan upaya pencegahan harus berjalan bersamaan dengan pemadaman karhutla di sejumlah wilayah.
"Kita di pusat, terutama TNI juga Polri, menyiapkan 1.000 perwira untuk diturunkan untuk membantu sosialisasi dan edukasi," kata Prabowo dalam rapat yang dipantau secara daring di Jakarta.
Menurut Prabowo, para perwira tersebut akan ditempatkan bersama petugas dan pejabat yang telah berada di daerah untuk memperkuat keterlibatan pemerintah pusat dalam pencegahan karhutla.
Presiden menekankan pencegahan kebakaran baru harus menjadi perhatian utama, terutama di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang.
"Maksud saya biar dari pusat ikut ada rasa keterlibatan ya. Karena masalah kebakaran hutan ini adalah masalah seluruh bangsa, seluruh negara," ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat meluas, termasuk terhadap kesehatan masyarakat.
"Hutan itu adalah sumber kehidupan kita. Kalau hutan terbakar, seluruh rakyat yang akan kena, pernafasan dan sebagainya," kata Prabowo.
Prabowo sebelumnya juga menegaskan pelaku pembakaran hutan dan lahan harus ditindak tegas. Di Sumatera Selatan, kepolisian melaporkan telah menangani 15 laporan polisi dan menetapkan 17 orang sebagai tersangka terkait karhutla.
Presiden meminta penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemadaman, pencegahan, edukasi masyarakat hingga penegakan hukum.
Dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan pemerintah daerah bersama TNI dan Polri mengumpulkan masyarakat yang biasa melakukan pembakaran lahan untuk diberikan edukasi serta peringatan mengenai konsekuensi hukum.
Peninjauan ke Palembang sendiri merupakan bagian dari kunjungan ke sejumlah lokasi rawan karhutla di sejumlah lokasi di wilayah Sumatera, yaitu Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.
Sebelum tiba di Palembang, Presiden sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan dengan jajarannya terkait penanganan karhutla dalam kegiatan yang dilaksanakan di Pekanbaru, Riau pada Senin pagi.
Di Pekanbaru, Presiden menyampaikan beberapa arahan termasuk perhatian terhadap titik panas di kawasan konservasi dan penambahan peralatan untuk petugas di lapangan.
Hal itu mengingat, berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdapat 2.894 titik panas atau hotspot di 10 provinsi di Sumatera, dengan konsentrasi tertinggi di Sumatera Selatan sebanyak 1.410 titik, Riau 480 titik, dan Jambi 425 titik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
2
















































