Foto ilustrasi serangan udara, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, TEHERAN—Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh dilaporkan menjadi sasaran serangan drone pada Selasa (3/3/2026).
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan dua drone menghantam kompleks kedutaan. Akibat serangan tersebut, terjadi kebakaran kecil dan kerusakan ringan pada bangunan.
“Kedubes AS di Riyadh telah diserang dua drone, menurut pemeriksaan awal. Kebakaran kecil terjadi akibat serangan dan gedung kedutaan rusak ringan,” demikian pernyataan resmi pemerintah Saudi melalui platform X.
Mengutip laporan koresponden Fox News, Jennifer Griffin, gedung kedutaan dalam kondisi kosong saat serangan terjadi sehingga tidak ada korban jiwa.
Rangkaian Serangan Balasan
Insiden ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (1/3/2026) melancarkan serangan gabungan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur strategis dan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah aset militer dan diplomatik Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Laporan Media Internasional
Media internasional turut menyoroti eskalasi konflik ini. Al Jazeera melaporkan bahwa serangan balasan Iran menyasar beberapa titik strategis dan meningkatkan kewaspadaan keamanan di negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Sementara itu, Reuters mengutip sejumlah pejabat keamanan regional yang menyebut situasi masih sangat dinamis. Beberapa negara mulai memperketat keamanan di fasilitas diplomatik asing untuk mengantisipasi potensi serangan lanjutan.
Reuters juga melaporkan bahwa Washington tengah berkoordinasi dengan sekutu-sekutunya untuk merespons langkah Iran, sekaligus meminimalkan dampak terhadap stabilitas kawasan dan jalur energi global.
Dampak Regional Meluas
Ketegangan terbaru ini memicu kekhawatiran meluasnya konflik menjadi perang terbuka di Timur Tengah. Sejumlah analis menilai eskalasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu yang paling serius dalam satu dekade terakhir.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pemerintah Amerika Serikat terkait langkah balasan atas serangan drone di Riyadh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

1 hour ago
1

















































