
Kondisi akses Kelok 23 penghubung JJLS wilayah Gunungkidul-Bantul sudah jadi dan siap untuk dilintasi guna memecah kepadatan lalu lintas di jalur Jogja-Wonosari, Jumat (28/8/2026).Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan akses menuju DIY, termasuk ruas Kretek-Girijati atau Kelok 23, dinilai dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menarik investasi. Namun, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menilai peluang tersebut harus diikuti pembenahan produk dan layanan wisata agar wisatawan tidak sekadar datang, tetapi juga memperpanjang lama tinggal di DIY.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardiyanto Setyo Aji, mengatakan kemudahan akses melalui pembangunan tol dan Kelok 23 akan membuat mobilitas menuju DIY semakin terbuka. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pergerakan wisatawan sekaligus membuka peluang masuknya investor ke berbagai sektor di DIY.
Menurut Bobby, dampak positif pembangunan infrastruktur terhadap pariwisata sangat ditentukan oleh kesiapan DIY sebagai tuan rumah. Daya tarik produk wisata dan kualitas layanan menjadi faktor penting agar peningkatan akses benar-benar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
"Sejauh mana produk dan layanan pariwisatanya memiliki kekuatan untuk daya tarik dan mampu menahan wisatawan di DIY," ujarnya, Rabu (2/9/2026).
Perlu Diperbarui
Bobby menilai peningkatan aksesibilitas tidak akan otomatis membuat wisatawan tinggal lebih lama apabila produk pariwisata yang ditawarkan masih monoton. Karena itu, pembaruan produk wisata menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Menurutnya, besarnya dampak terhadap lama tinggal wisatawan akan sangat bergantung pada kemampuan DIY memanfaatkan posisi sebagai tuan rumah. Produk wisata yang tidak mengalami peningkatan dinilai akan membuat wisatawan memiliki lebih sedikit alasan untuk memperpanjang kunjungannya.
"Mau tidak mau wajib ada perubahan produk pariwisata DIY dan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata yang di leverage dan di upgrade," jelasnya.
Selain memperbarui produk, Bobby mendorong pengembangan konsep pariwisata berkualitas yang memberikan pengalaman berbeda kepada wisatawan. Produk wisata, menurut dia, perlu dikembangkan secara lebih tematik sehingga memiliki karakter dan pengalaman yang lebih kuat.
"Quality tourism based on experience [pariwisata berkualitas berbasis pengalaman]. Thematic product based on experience [produk wisata tematik berbasis pengalaman]," jelasnya.
Konsep tersebut diharapkan dapat membuat wisatawan tidak hanya menjadikan DIY sebagai tempat persinggahan. Dengan produk yang lebih beragam dan berbasis pengalaman, wisatawan diharapkan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berada di DIY.
Bagi sektor pariwisata, kondisi tersebut juga dapat memperbesar perputaran ekonomi karena wisatawan yang tinggal lebih lama berpotensi membelanjakan lebih banyak pengeluaran untuk akomodasi, kuliner, transportasi, atraksi, hingga produk ekonomi kreatif.
Kelok 23 Belum Dibuka
Sementara itu, pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 sebelumnya ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan konektivitas menuju kawasan selatan DIY.
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY menyampaikan bahwa penyelesaian konstruksi tidak serta-merta berarti ruas tersebut langsung dapat digunakan masyarakat.
Kepala DPUPESDM DIY, Aris Prasena, mengatakan operasional Kelok 23 masih akan dikaji. Salah satu pertimbangannya adalah rencana pembangunan lanjutan ruas Girijati-Legundi sepanjang 2,8 kilometer.
"Informasi dari Kementerian PU, untuk ruas Kretek-Girijati rencana selesai pada akhir Agustus. Terkait operasional akan diputuskan lebih lanjut dengan mempertimbangkan konstruksi jalan sepanjang 2,8 km dari Girijati ke Legundi yang rencana akan dikerjakan hingga satu tahun kedepan," ujarnya.
Dengan demikian, peningkatan aksesibilitas melalui Kelok 23 perlu dibarengi kesiapan destinasi dan pelaku usaha pariwisata. Infrastruktur yang semakin baik akan memberikan manfaat lebih besar apabila wisatawan mendapatkan alasan yang kuat untuk datang, beraktivitas, dan tinggal lebih lama di DIY.
Bagi GIPI DIY, momentum peningkatan konektivitas tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan pembaruan sektor pariwisata. Penguatan produk, peningkatan kualitas SDM, serta pengembangan wisata berbasis pengalaman menjadi bagian penting agar kemudahan akses tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperbesar kontribusi pariwisata terhadap ekonomi DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
6
















































