Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah

4 hours ago 5

Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah Selat Hormuz Iran. / ist

Harianjogja.com, WASHINGTON—Lonjakan harga energi global langsung terasa setelah serangan terhadap ladang gas utama di Iran memicu aksi balasan yang menyasar fasilitas LNG di Qatar. Di tengah tekanan pasar ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai memberi sinyal bahwa operasi militer terhadap Iran akan dikurangi secara bertahap.

Dampak dari eskalasi tersebut tidak hanya memicu kekhawatiran pasokan, tetapi juga mendorong perubahan sikap di level kebijakan. Trump menyebut target operasi militer segera tercapai dan situasi mulai mereda setelah ketegangan memuncak sejak akhir Februari.

Serangan terhadap ladang gas krusial di Iran oleh Israel memantik respons cepat. Iran kemudian menargetkan kilang LNG terbesar di dunia di Qatar, yang berada di sisi lain dari ladang gas yang sama. Rangkaian serangan ini langsung mengguncang pasar energi, mendorong harga gas dan minyak melonjak tajam.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyatakan, “Kita sudah sangat dekat untuk mencapai tujuan kita seiring pertimbangan untuk menghentikan upaya militer besar kita di Timur Tengah,” terkait dengan apa yang ia gambarkan sebagai “rezim teror Iran.”

Pernyataan ini menjadi indikasi paling jelas bahwa konflik yang dimulai sejak 28 Februari berpotensi segera mereda.

Di sisi lain, Gedung Putih memperkirakan operasi militer masih akan berlangsung dalam waktu terbatas. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyebut estimasi penyelesaian misi berkisar empat hingga enam pekan, dengan saat ini memasuki minggu ketiga.

“Besok menandai minggu ketiga, dan Angkatan Bersenjata AS melakukan pekerjaan yang luar biasa. Hari demi hari, Rezim Iran mulai lumpuh, dan kemampuan mereka untuk mengancam Amerika Serikat serta sekutu kita melemah secara signifikan,” ujar Leavitt dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (21/3/2026).

Ketegangan di lapangan juga berdampak langsung pada operasi militer. Iran mengklaim berhasil merusak jet tempur siluman F-35 milik AS dalam serangan terbaru. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi salah satu pesawatnya melakukan pendaratan darurat, sementara pilot dilaporkan dalam kondisi stabil.

Di tengah gejolak ini, kebijakan energi turut disesuaikan. Departemen Keuangan AS mengumumkan pelonggaran sementara terhadap sanksi minyak Iran guna meredam tekanan pasokan global.

Menteri Keuangan Scott Bessent menjelaskan bahwa kebijakan tersebut memungkinkan pengiriman minyak yang telah dimuat sebelum 20 Maret untuk tetap dipasarkan hingga 19 April. Langkah ini diperkirakan akan menambah sekitar 140 juta barel minyak ke pasar global.

“Dengan membuka pasokan yang ada ini untuk dunia secara sementara, Amerika Serikat akan dengan cepat membawa sekitar 140 juta barel minyak ke pasar global, memperluas jumlah energi dunia dan membantu meringankan tekanan sementara pada pasokan yang disebabkan oleh Iran,” kata Bessent.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika konflik tidak hanya berlangsung di medan militer, tetapi juga merembet cepat ke sektor energi dan ekonomi global. Perubahan arah kebijakan yang diambil menjadi penentu apakah ketegangan benar-benar mereda atau justru kembali meningkat dalam waktu dekat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Hindustan Times

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news