KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

6 hours ago 10

Newswire

Newswire Jum'at, 21 Agustus 2026 17:37 WIB

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Suasana gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026), tampak lengang pascaoperasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap sejumlah pejabat rektorat perguruan tinggi negeri itu pada Kamis (20/8/2026). ANTARA/Sumarwoto\r\n

Harianjogja.com, PURWOKERTO—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan adanya suap senilai ratusan juta rupiah dalam proses penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Uang tersebut diduga diberikan agar seseorang dapat diterima sebagai mahasiswa di fakultas tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penerimaan uang itu diduga tidak dilakukan secara langsung. KPK menemukan indikasi adanya sejumlah pihak yang menjadi perantara dalam aliran penerimaan uang tersebut.

“Ada sejumlah uang bernilai ratusan juta rupiah untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat.

KPK Dalami Dugaan Praktik di Fakultas Lain

Budi mengatakan KPK masih mendalami dugaan praktik tersebut. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah apakah pola serupa hanya terjadi dalam penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran atau juga berlangsung di fakultas lain di Unsoed.

“Diduga ada 'layering' dalam penerimaan tersebut,” katanya.

KPK masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sejauh mana praktik tersebut terjadi di lingkungan Unsoed.

“Tim tentu dalami apakah praktik-praktik ini hanya terjadi pada penerimaan mahasiswa di Fakultas Kedokteran atau juga terjadi di fakultas-fakultas lainnya,” ujarnya.

Dugaan tersebut terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak dari jajaran Rektorat Unsoed pada Kamis (20/8).

Tiga Pimpinan Rektorat Diamankan

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan sejumlah pejabat Rektorat Unsoed. Mereka di antaranya Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed Prof. Norman Arie Prayogo, dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unsoed Prof. Kuat Puji Prayitno.

KPK pada Jumat mengungkapkan OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan uang dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Selain mengamankan pihak-pihak terkait, KPK juga mengamankan uang senilai ratusan juta rupiah. Sebanyak sembilan orang kemudian diperiksa secara intensif di Jakarta.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed Disegel

Sebelumnya, Juru Bicara Unsoed Purwokerto Edi Santoso mengatakan sejumlah ruang pimpinan di lantai tiga gedung rektorat disegel KPK pada Jumat siang berdasarkan informasi dari pegawai kampus.

"Saya sendiri belum ke sana, tetapi informasi dari pegawai memang ruangan disegel," katanya kepada wartawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Menurut informasi yang diterima Edi, penyegelan dilakukan terhadap ruang rektor dan seluruh ruang wakil rektor. Namun, saat memberikan keterangan, dia mengaku belum melakukan pengecekan langsung ke lantai tiga gedung rektorat.

"Tetapi saya belum melakukan pengecekan sampai ke atas," katanya.

WR I Masih Berada di Unsoed

Edi juga menjelaskan keberadaan Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik Prof Noor Farid. Dia memastikan pejabat tersebut masih berada di lingkungan Unsoed setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan KPK di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas pada Kamis (20/8) siang hingga malam hari.

Edi bahkan mengaku baru bertemu dan berbincang dengan Prof Noor Farid.

"Barusan saya ketemu beliau, baik-baik saja, masih bisa guyon dengan kita, jadi beliau masih di sini. Tidak ikut ke Jakarta," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq bersama WR II Bidang Keuangan dan Umum Prof Kuat Puji Prayitno serta WR IV Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Humas Prof Waluyo Handoko berada di Jakarta pada Kamis (20/8).

Edi mengatakan keberadaan sejumlah pejabat Unsoed di Jakarta berkaitan dengan agenda kedinasan di Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Di sisi lain, pihak kampus belum dapat memastikan informasi mengenai pihak-pihak yang diperiksa KPK. Unsoed juga belum memperoleh informasi resmi mengenai perkara yang sedang ditangani KPK, termasuk pihak-pihak yang terkait dan status hukum masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news