Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNP Sosialisasikan PP TUNAS Lewat Program KKN

3 hours ago 1

Spanduk Dealer Program Juli Honda 300 x 50 cm

KLIKPOSITIF — Program Studi Ilmu Komunikasi UNP melepas 83 orang mahasiswanya untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai kabupaten/kota di seluruh Sumatera Barat. Program KKN yang berlangsung sejak awal bulan Juli hingga bulan Agustus ini mendorong partisipasi aktif masyarakat akademik guna berkontribusi positif ke masyarakat.

Selama menjalankan KKN, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dilebur dengan mahasiswa-mahasiswa dari beragam program studi di Universitas Negeri Padang. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi yang merupakan angkatan 2024 ini, mayoritas mengusung sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) sebagai program utama.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh program studi Ilmu Komunikasi, terdapat 53 orang mahasiswa yang tersebar di 11 Kabupaten dan 2 Kota di Wilayah Sumatera Barat yang mengambil peran dalam pelaksanaan sosialisasi ini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya guru, orang tua, dan pelajar, mengenai pentingnya pelindungan anak di ruang digital melalui edukasi tentang penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab.

PP TUNAS telah disahkan pada 28 Maret 2025 dan secara efektif berlaku sejak Maret 2026. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 39,71% anak usia dini yang telah menggunakan telepon seluler. Oleh karenanya, PP TUNAS bertujuan untuk melindungi anak dari konten tidak layak, adiksi terhadap penggunaan teknologi digital, hingga upaya untuk melindungi anak dari potensi eksploitasi data.

“Saat ini, anak-anak memiliki akses yang lebar dan terbuka ke dunia digital. Namun, anak-anak seringkali dipinggirkan dalam narasi penciptaan ekosistem digital yang sehat,” Ungkap Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi, AB Sarca Putera. Dalam proses penggagasan program ini, Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi menegaskan bahwa peraturan ini tentu saja masih sangat terbuka untuk didiskusikan, namun perlindungan anak di dunia digital juga adalah harga yang tidak bisa ditawar lagi. “Kami sebagai sivitas akademika turut serta mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia untuk menciptakan tata kelola ekosistem digital yang secara komprehensif  bisa melindungi anak-anak,” tegasnya.

Salah satu mahasiswa  fasilitator, Gusri Rahma Dika, yang melaksanakan kegiatan di SD Negeri 04 Sungai Gading, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan membagikan kesannya dalam pelaksanaan program sosialisasi ini. “Respon yang saya terima sangat positif. Selama kegiatan berlangsung, siswa-siswi terlihat antusias mengikuti materi, aktif menjawab pertanyaan dan para guru juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini,” Ujarnya pada Kamis (16/07). Hal senada juga disampaikan oleh Gifari Azanta yang melaksanakan sosialisasi di SD Negeri 17 Tanjung Labuah, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. “Saya berharap siswa-siswi Sekolah Dasar dapat memahami pentingnya literasi digital serta memiliki kesadaran untuk menggunakan internet secara bijak,” Ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi PP Tunas yang menyasar siswa SD dan SMP ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang dalam mendukung upaya pemerintah menciptakan ruang digital yang aman bagi anak. Melalui edukasi yang diberikan, diharapkan guru, orang tua, dan pelajar dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi digital, serta bersama-sama menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan ramah bagi anak.

“Kami berharap, sosialisasi seperti ini bisa terus dilakukan, terutama di daerah-daerah yang masih jarang mendapatkan edukasi tentang keamanan digital,” ungkap Febri Yanti, Fasilitator di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Mentawai termasuk dalam kategori daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang masih menghadapi tantangan infrastruktur telekomunikasi. “Meski masih menghadapi tantangan akses, namun semoga semakin banyak anak yang sadar bahwa internet bisa memberikan banyak manfaat, asalkan digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab,” Tutupnya.

Program sosialisasi yang ditargetkan berlangsung dalam kurun waktu satu bulan ini, akan berakhir di Bulan Agustus ketika para mahasiswa KKN menyelesaikan pengabdiannya di wilayah masing-masing. Seiiring durasi program tersebut, jumlah penerima manfaat dari kegiatan ini diharapkan terus bertambah. (RLS-Prodi Ilkom)

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news