Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (ANTARA - HO/PBNU)
Harianjogja.com, JOGJA—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mematangkan persiapan menjelang Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama yang direncanakan digelar pada pertengahan tahun ini. Konsolidasi internal hingga pembentukan kepanitiaan menjadi fokus utama agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memastikan proses persiapan berjalan tanpa hambatan berarti. Ia menyebut, pihaknya terus melakukan koordinasi untuk melengkapi struktur panitia sekaligus mempersiapkan agenda-agenda pendukung.
“Persiapan terus berjalan. Kami juga melakukan konsolidasi untuk memastikan kepanitiaan lengkap,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Rangkaian Menuju Muktamar
Sebelum puncak Muktamar, PBNU akan lebih dulu menggelar Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes). Kedua agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.
Rapat gabungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah yang dipimpin Rais Aam dan Ketua Umum sebelumnya telah menetapkan sejumlah keputusan strategis, termasuk pembentukan panitia inti untuk menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.
Gus Ipul juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus wilayah dan cabang agar tetap fokus pada persiapan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
Ia menegaskan bahwa berbagai isu yang menyebut adanya hambatan internal tidak benar. Menurutnya, seluruh proses berjalan normal sesuai mekanisme organisasi yang telah diatur dalam AD/ART.
“Tidak ada yang menghambat. Semua berjalan lancar. Informasi yang menyebut sebaliknya itu tidak benar,” tegasnya.
Selain itu, PBNU juga telah membentuk tim khusus untuk merampungkan berbagai surat keputusan (SK) serta regulasi teknis yang diperlukan dalam penyelenggaraan Muktamar.
Terkait lokasi pelaksanaan, beberapa daerah telah mengajukan diri sebagai tuan rumah, di antaranya kawasan Lirboyo Kediri, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, hingga Jakarta.
Namun, keputusan final mengenai lokasi dan waktu pelaksanaan masih menunggu hasil musyawarah antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
PBNU juga berencana mengundang Prabowo Subianto untuk membuka Muktamar, melanjutkan tradisi pada perhelatan sebelumnya. Meski demikian, kepastian kehadiran Presiden masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari panitia.
Gus Ipul Tegaskan Tak Maju
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul kembali menegaskan dirinya tidak memiliki rencana untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Ia menilai banyak kader Nahdlatul Ulama yang memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi ke depan.
“Tidak ada niat untuk maju. Banyak kader lain yang layak,” katanya.
Ia menambahkan, keputusan akhir tetap berada di tangan para muktamirin dalam forum Muktamar. Proses demokratis tersebut akan menentukan siapa yang akan memimpin PBNU pada periode berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com

6 hours ago
5

















































