Mendagri Tito Tak Tahu Isu Haji Isam Bantu Padamkan Karhutla

8 hours ago 5

Mendagri Tito Tak Tahu Isu Haji Isam Bantu Padamkan Karhutla

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. - polri.go.id

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku belum mengetahui kabar pengusaha Haji Isam ditunjuk untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

“Saya kurang tahu,” kata Tito seusai menghadiri akad nikah Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovy di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Meski belum mengetahui informasi tersebut, Tito mengatakan penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pihak lain yang dinilai memiliki kemampuan juga dapat ikut membantu penanggulangan kebakaran.

Buka Ruang Swasta

Tito mengatakan perusahaan sawit dan pertambangan termasuk pihak yang dapat terlibat dalam penanganan karhutla. Menurut dia, aktivitas dan aset perusahaan juga dapat terdampak apabila kebakaran meluas.

“Kalau untuk penanggulangan kebakaran ini kan bukan hanya pemerintah, semua stakeholder yang dianggap mampu, termasuk perusahaan-perusahaan sawit, tambang kan semua terdampak,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah membuka ruang bagi masyarakat maupun pihak swasta untuk berpartisipasi dalam upaya pemadaman dan penanggulangan karhutla.

“Jadi boleh saja masyarakat untuk berpartisipasi,” kata Tito.

Sementara itu, penanganan karhutla di Kalimantan terus dilakukan secara terpadu. Kementerian Kehutanan mengerahkan 12.880 personel gabungan dalam operasi pemadaman karhutla di Pulau Kalimantan yang telah memasuki hari ke-48 penanganan.

Personel tersebut berasal dari Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, TNI, Polri, BPBD, DLHK, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat terkait. Dari Kementerian Kehutanan, sebanyak 758 personel Manggala Agni dikerahkan di empat provinsi, yakni 265 personel di Kalimantan Barat, 208 di Kalimantan Tengah, 174 di Kalimantan Selatan, dan 111 di Kalimantan Timur.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Yudho Mustiko mengatakan operasi pemadaman darat dan udara masih berlangsung, terutama di lokasi yang membutuhkan penanganan panjang.

Modifikasi Cuaca

Pemerintah juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membasahi wilayah yang rawan karhutla di Kalimantan. ANTARA melaporkan pelaksanaan OMC tetap didukung pemadaman darat, patroli, deteksi dini, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Di Kalimantan Barat, OMC pada 13-17 Agustus 2026 dilakukan melalui Posko Pontianak dengan sembilan sorti penerbangan. Operasi tersebut menghasilkan estimasi volume curah hujan hingga 10,92 juta meter kubik di wilayah penyemaian.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca, peluang pelaksanaan OMC kembali terbuka pada 23-27 Agustus 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Maya Herawati

Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news