Menkes Dorong RS M. Djamil Jadi Pusat Pengembangan Bedah Jantung Anak Bertaraf Internasional

16 hours ago 5

Spanduk Dealer Program Juli Honda 300 x 50 cm

KLIKPOSITIF- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong RS M. Djamil Padang terus memperkuat layanan bedah jantung anak melalui kolaborasi internasional. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan tenaga medis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Menkes saat mengunjungi RS M. Djamil dalam pelaksanaan Program Alih Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Operasi Bedah Jantung Anak bersama King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSRelief) dan Muslim World League, Kamis (30/7/2026).

“Bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan dokter kita, tetapi juga untuk menyelamatkan nyawa orang Indonesia, khususnya anak-anak penderita penyakit jantung,” ungkapnya.

Menurutnya, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Karena itu, Kementerian Kesehatan terus mempercepat pemerataan layanan bedah jantung terbuka melalui program pengampuan nasional.

Ia menjelaskan, sebelum program tersebut berjalan pada 2019, hanya sembilan provinsi yang mampu memberikan layanan bedah jantung terbuka. Kini jumlahnya meningkat menjadi 30 provinsi.

“Ini menunjukkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan rumah sakit memberikan hasil yang nyata,” katanya.

Budi menegaskan, penguatan layanan bedah jantung tidak hanya dilakukan dengan memperbanyak rumah sakit yang mampu melakukan operasi jantung terbuka, tetapi juga meningkatkan kapasitas rumah sakit rujukan nasional agar mampu menangani kasus yang lebih kompleks.

Menurutnya, rumah sakit rujukan harus menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi, dan transfer ilmu sehingga mampu membimbing rumah sakit jejaring di berbagai daerah.

“Semakin banyak rumah sakit yang mampu melakukan operasi jantung terbuka, termasuk menangani kasus bedah jantung anak yang kompleks, maka angka rujukan ke luar daerah dapat ditekan dan pasien memperoleh penanganan lebih cepat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menkes juga menantang tim bedah jantung anak RS M. Djamil agar mampu melakukan prosedur Norwood Stage 1, salah satu operasi jantung bawaan paling kompleks untuk bayi dengan kelainan jantung kritis atau Hypoplastic Left Heart Syndrome (HLHS).

“Kalau tim RS M. Djamil nantinya mampu melakukan tindakan ini secara mandiri, artinya kemampuan layanan bedah jantung anak di rumah sakit ini sudah berada pada level yang sangat tinggi,” tegasnya.

Direktur Utama RS M. Djamil, dr. Dovy Djanas, mengatakan kunjungan Menkes menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat layanan bedah jantung anak sebagai salah satu layanan unggulan rumah sakit.

“Kunjungan Bapak Menteri Kesehatan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan layanan bedah jantung anak di RS M. Djamil. Program alih ilmu pengetahuan dan teknologi ini tidak hanya bermanfaat bagi pasien, tetapi juga meningkatkan kompetensi tim medis kami,” kata Dovy.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksanaan Alih Iptekdok KSRelief RS M. Djamil, dr. Ardiansyah, mengungkapkan sejak program dimulai pada 25 Juli hingga 29 Juli 2026 telah dilakukan 23 operasi bedah jantung anak dengan berbagai tingkat kompleksitas.

Menurutnya, sebagian besar pasien merupakan kasus kompleks. Tim juga berhasil melakukan dua prosedur yang sebelumnya belum pernah dikerjakan di RS M. Djamil, yakni Arterial Switch Operation (ASO) dan Aortic Root Replacement (Bentall) pada pasien anak.

Program tersebut melibatkan 15 tenaga medis dari KSRelief yang terdiri atas ahli bedah jantung, ahli anestesi, dokter jantung, dokter ICU, perfusionist, perawat, hingga terapis pernapasan. Kehadiran tim multidisiplin itu diharapkan semakin memperkuat transfer ilmu dan kemandirian layanan bedah jantung anak di Indonesia.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news