Momentum Maulid Nabi di Bungus, Fadly Amran Sampaikan Pentingnya Sinergi Ulama dan Pemerintah Bangun Generasi Muda

6 hours ago 3

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Raya Nagari Bungus, Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab), Senin (24/8/2026), menjadi momentum memperkuat nilai keagamaan sekaligus peran ulama di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan pengukuhan Mufti Ulama Nagari Bungus yang dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran bersama jajaran pemerintah kecamatan, tokoh agama, tokoh adat, serta unsur masyarakat setempat.

Suasana peringatan Maulid Nabi berlangsung khidmat. Selain menjadi ruang untuk mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW, kegiatan itu juga menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah, ulama, ninik mamak, tokoh masyarakat, dan warga dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Dalam sambutannya, Fadly Amran mengapresiasi pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menurutnya tidak semestinya dimaknai sebatas agenda seremonial keagamaan.

Menurutnya, peringatan Maulid harus mampu diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Fadly.

Ia mengatakan, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah dari sisi kebijakan dan program, tetapi juga membutuhkan kekuatan sosial yang tumbuh dari masyarakat. Dalam konteks itu, ulama dan tokoh masyarakat memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai agama, adat, serta kehidupan bermasyarakat.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Peran ulama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam membimbing umat, khususnya generasi muda, agar berkarakter, berakhlak, serta memegang teguh nilai-nilai agama dan adat,” katanya.

Fadly menilai, penguatan peran ulama semakin penting di tengah dinamika kehidupan masyarakat dan perkembangan zaman yang berlangsung begitu cepat. Generasi muda, kata dia, membutuhkan lingkungan yang mampu memberikan keteladanan sekaligus membangun karakter berdasarkan nilai agama dan budaya.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta lembaga kemasyarakatan harus terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan sosial yang kondusif sekaligus membangun generasi yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian sosial.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Padang juga menyambut baik pengukuhan Mufti Ulama Nagari Bungus. Menurutnya, pengukuhan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat keberadaan dan kontribusi ulama di tengah masyarakat Nagari Bungus.

“Dengan dikukuhkannya Mufti Ulama Nagari Bungus, semoga menguatkan peran ulama dan menjadi mitra strategis pemerintah mewujudkan kehidupan masyarakat yang religius,” ujarnya.

Fadly berharap keberadaan Mufti Ulama Nagari Bungus dapat memberikan pembinaan dan pencerahan kepada masyarakat, sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Peran tersebut juga diharapkan dapat berjalan beriringan dengan berbagai program pemerintah daerah, terutama yang menyasar pembentukan karakter generasi muda.

Salah satunya melalui Program Unggulan (Progul) Smart Surau yang dikembangkan Pemerintah Kota Padang. Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, pendidikan nilai, serta penguatan kepedulian sosial bagi generasi muda.

“Termasuk juga dalam mendukung Program Unggulan (Progul) Smart Surau untuk pembentukan karakter generasi muda,” kata Fadly.

Ia menambahkan, masjid dan surau memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Selain sebagai tempat ibadah, keberadaannya secara historis juga menjadi ruang pembelajaran, pembinaan generasi, serta tempat tumbuhnya nilai-nilai kebersamaan.

Karena itu, penguatan fungsi masjid dan surau perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, ulama, pengurus masjid, tokoh adat, dan masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Nagari Bungus pun diharapkan tidak berhenti pada momentum perayaan semata. Nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat terus hidup dalam perilaku masyarakat, mulai dari menjaga persaudaraan, menghormati sesama, peduli terhadap lingkungan, hingga membangun kehidupan sosial yang saling menguatkan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Bungtekab Afridon, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bungtekab Gazali Rajo Budiman, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Bungtekab Buya Badrul Alaina, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bungtekab Reizul Mailis Dt Rajo Nando, serta para lurah se-Kecamatan Bungtekab.

Kehadiran unsur pemerintah, ulama, adat, dan masyarakat dalam satu kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat kolaborasi dalam menjaga kehidupan keagamaan dan sosial di wilayah Bungtekab.

Dengan pengukuhan Mufti Ulama Nagari Bungus, pemerintah berharap peran ulama semakin kuat sebagai mitra strategis dalam membina masyarakat. Di sisi lain, semangat Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya berbicara mengenai kemajuan fisik, tetapi juga tentang pembangunan karakter, akhlak, dan kehidupan sosial yang berlandaskan nilai agama serta adat.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news