Rapat Senat Terbuka PNP, Direktur Dorong Mahasiswa Berani Minta Bantuan hingga Tembus Tim Nasional

4 hours ago 3

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Menjadi mahasiswa unggul tidak cukup hanya dengan memiliki prestasi akademik. Keberanian untuk meminta bantuan, kepedulian terhadap sesama, kemampuan bekerja dalam tim, serta keberanian membawa nama kampus dan daerah ke tingkat nasional juga menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang berdaya saing.

Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Senat Terbuka Politeknik Negeri Padang (PNP) yang digelar di Gedung PKM PNP, Senin (24/8/2026).

Direktur PNP Revalin Herdianto menekankan bahwa prestasi mahasiswa merupakan salah satu bukti kemampuan mahasiswa PNP untuk bersaing di tingkat nasional. Ia mengaku bangga terhadap mahasiswa PNP yang berhasil menembus skuad atau tim nasional di tengah ketatnya persaingan dan banyaknya peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Revalin, keberhasilan mahasiswa dari luar Pulau Jawa untuk masuk ke dalam skuad nasional merupakan capaian yang patut diapresiasi. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa PNP memiliki peluang sekaligus kemampuan untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

“Ini menjadi kebanggaan karena dari luar Jawa berhasil masuk ke skuad,” ujar Revalin.

Ia menilai, mahasiswa yang berhasil mencapai level nasional tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi representasi kampus dan daerah. Karena itu, capaian tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan hingga mampu mengharumkan nama PNP, Sumatera Barat, bahkan Indonesia.

“Ke depan, mudah-mudahan dia bisa terus berkembang dan membuat nama bangsa,” katanya.

Revalin berharap mahasiswa berprestasi tersebut terus meningkatkan kemampuan dan meraih capaian yang lebih tinggi sehingga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa PNP lainnya.

### Bukan Hanya Soal Akademik

Menurut Revalin, pengembangan mahasiswa tidak dapat dilepaskan dari pembentukan karakter dan kemampuan interpersonal. Prestasi akademik perlu berjalan beriringan dengan kemampuan bekerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, serta keberanian untuk terus berkembang.

“Mahasiswa yang diharapkan lahir dari lingkungan PNP bukan hanya mereka yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk berkembang, mampu bekerja dalam tim, peduli terhadap lingkungan, serta siap membawa nama kampus dan bangsa di tingkat yang lebih luas,” harapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi mahasiswa. Kampus, katanya, harus menjadi ekosistem yang bebas dari penundungan atau *bullying*, sehingga mahasiswa dapat tumbuh dengan percaya diri dan mengembangkan potensinya secara optimal.

“Dengan demikian, penguatan *hard skill*, *soft skill*, karakter, kepedulian, serta dukungan terhadap mahasiswa berprestasi menjadi bagian yang saling melengkapi dalam upaya PNP mencetak lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ulasnya.

### Meminta Bantuan Bukan Tanda Kelemahan

Sementara itu, Ketua Senat PNP Zulhendri menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik.

Menurutnya, kompetensi *hard skill* harus berjalan beriringan dengan *soft skill*, seperti kemampuan berkomunikasi, presentasi, bekerja sama dalam tim, memecahkan masalah, dan berpikir kritis.

Kampus, lanjutnya, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai bidang keilmuan. Mahasiswa juga perlu dibentuk menjadi pribadi yang mampu beradaptasi, bekerja sama, serta menghadapi berbagai tantangan.

Zulhendri menilai persoalan yang dihadapi mahasiswa tidak selalu berkaitan dengan akademik. Sebagian mahasiswa juga dapat mengalami kendala karena kurang percaya diri, kesulitan beradaptasi dengan lingkungan, maupun persoalan lain yang pada akhirnya berdampak terhadap proses pembelajaran.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk membangun budaya saling peduli dan tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan.

“Meminta bantuan bukan tanda kelemahan. Sebaliknya, keberanian untuk meminta pertolongan menunjukkan adanya kesadaran bahwa seseorang tidak selalu mampu menyelesaikan semua persoalan seorang diri,” katanya.

Zulhendri juga mengajak mahasiswa agar lebih peka terhadap kondisi teman di sekitarnya. Ketika mengetahui ada teman yang mengalami kesulitan dalam perkuliahan maupun menghadapi persoalan lain, mahasiswa diharapkan tidak ragu untuk bertanya dan menawarkan bantuan.

“Hal ini dinilai penting karena tidak semua mahasiswa mampu mengungkapkan persoalan yang sedang mereka hadapi secara terbuka. Dukungan dari teman dan lingkungan sekitar dapat membuat mahasiswa merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalah,” ujarnya.

Pesan yang disampaikan dalam Rapat Senat Terbuka PNP tersebut menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari nilai dan prestasi individu. Kemampuan untuk berkembang bersama, saling mendukung, membangun karakter, serta berani membawa nama institusi ke tingkat nasional menjadi bagian dari proses membentuk lulusan PNP yang kompeten dan berdaya saing.(*)

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news