
Sejumlah anak muda mengikuti pelatihan seni mural di Kelurahan Patangpuluhan, Wirobrajan, Jogja, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah kreativitas sekaligus mengajak peserta menyampaikan pesan sosial melalui karya di ruang publik. Ist/ Kelurahan Patangpuluhan
Harianjogja.com, JOGJA— Dinding kosong di Kelurahan Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Jogja, mulai diarahkan menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyampaikan pesan tentang lingkungan, budaya hingga persoalan sosial.
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan seni lukis mural yang digelar Pemerintah Kelurahan Patangpuluhan pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini diikuti sejumlah anak muda dari RW 01 hingga RW 10.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya belajar teknik menggambar di atas dinding. Mereka juga mendapatkan materi mengenai cara menentukan tema yang kuat sebelum menuangkannya dalam sebuah karya visual.
Beragam isu dapat diangkat melalui mural, mulai dari persoalan lingkungan, pelestarian budaya hingga pesan sosial. Dengan konsep tersebut, bidang dinding yang sebelumnya kosong dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi visual bagi masyarakat.
Lurah Patangpuluhan Dinda Kardina mengatakan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Anak muda didorong untuk mempraktikkan kemampuan tersebut di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
"Harapannya, bekal dari pelatihan ini bisa terus dipraktikkan di lingkungan masing-masing. Hobi melukis jangan hanya menjadi pengisi waktu luang, tetapi bisa menjadi sarana membawa pesan yang damai dan positif," kata Dinda.
Menurut Dinda, mural juga dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas melalui kegiatan yang produktif. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mengurangi potensi vandalisme di ruang publik.
Peserta Belajar Mengubah Gagasan Menjadi Karya
Sebelum mulai menggambar, peserta terlebih dahulu diajak menyusun gagasan. Mereka belajar menentukan tema, membuat sketsa, kemudian mengaplikasikan rancangan tersebut pada bidang dinding.
Proses itu membuat mural tidak sekadar berorientasi pada hasil akhir berupa gambar. Peserta juga belajar menerjemahkan gagasan atau persoalan menjadi pesan yang dapat dipahami melalui karya visual.
Tema lingkungan, misalnya, dapat digunakan untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi di sekitar. Sementara itu, isu budaya dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan sekaligus menjaga nilai-nilai lokal melalui karya yang ditempatkan di ruang publik.
Dari sisi sosial, mural dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan positif kepada masyarakat. Dengan demikian, dinding tidak hanya memiliki fungsi estetika, tetapi juga dapat menjadi ruang komunikasi visual.
Kegiatan pembuatan mural secara bersama-sama turut melatih peserta untuk bekerja dalam kelompok. Mereka perlu berkomunikasi sekaligus membagi pekerjaan agar berbagai bagian gambar dapat menjadi satu karya yang utuh.
Mural Berpotensi Masuk Ekonomi Kreatif
Pelatihan tersebut juga mengenalkan teknik pencampuran warna dan pewarnaan pada bidang yang luas. Kemampuan itu menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan mural secara lebih serius.
Jika terus dikembangkan, keterampilan mural juga berpotensi menjadi bagian dari ekonomi kreatif. Keahlian tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan dekorasi di kafe, kantor maupun ruang publik.
Dinda berharap kreativitas anak muda Patangpuluhan nantinya dapat memberikan dampak langsung bagi lingkungan. Mural diharapkan tidak hanya memperindah ruang yang sebelumnya kosong, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
3

















































