Harianjogja.com, KARANGANYAR— Kisah pilu tersimpan di balik penemuan jenazah Aldo Nurahmansyah, 19, pemuda asal Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, yang menjadi penumpang KM Virgo Transport 8. Aldo disebut sempat berhasil keluar dari dalam kapal sebelum akhirnya kembali turun untuk mengambil tas dan menunggu temannya.
Informasi mengenai detik-detik terakhir Aldo tersebut disampaikan keluarga berdasarkan cerita korban selamat yang berada bersamanya ketika kapal tenggelam di Laut Jawa.
Aldo disebut sempat menyelamatkan diri ketika kondisi di dalam kapal mulai membahayakan. Bahkan, pemuda tersebut disebut membangunkan penumpang lain agar segera keluar untuk menyelamatkan diri.
“Pada saat kejadian itu Aldo sudah lari, sudah membangunkan tetangga-tetangga sesama penumpang,” tutur Bude Aldo, Ranur Mahartini, kepada Espos.
Aldo bersama sejumlah penumpang kemudian disebut sudah berada di bagian atas kapal. Namun, mereka mengetahui masih ada teman yang tertinggal di bagian bawah.
Aldo kemudian kembali turun ke dalam kapal bersama seorang rekannya. Keduanya disebut turun untuk mengambil tas sekaligus menunggu temannya.
“Temannya Aldo ada yang turun ngambil tas, mereka nunggu temannya,” kata Ranur.
Namun, Aldo belum sempat kembali ke bagian atas ketika kapal semakin cepat tenggelam dan kemudian terbalik.
Keluarga hingga kini belum mengetahui secara pasti siapa rekan yang bersama Aldo ketika kembali turun ke bagian dalam kapal tersebut.
“Belum tahu. Aldo sama siapa? Belum tahu. Yang turun siapa saya juga kurang tahu,” ujarnya.
Belum Sempat Mengenakan Pelampung
Para penumpang juga disebut belum sempat mengenakan pelampung ketika berusaha menyelamatkan diri dari kapal.
“Mereka langsung lari, berusaha belum sempat ngambil pelampung,” kata Ranur.
Bagi keluarga, kisah tersebut menjadi bagian yang paling membekas setelah jenazah Aldo ditemukan. Aldo disebut sudah sempat keluar dari dalam kapal sebelum akhirnya kembali masuk ke bagian dalam.
Ranur mengatakan kondisi tersebut membuat keluarga membayangkan kemungkinan berbeda apabila Aldo tidak kembali turun ke dalam kapal.
“Kalau enggak turun lagi, mungkin Aldo masih di sini,” ujarnya.
Tim penyelam menemukan empat jenazah yang terjebak di dalam KM Virgo Transport 8 pada Minggu (20/9/2026).
Penemuan tersebut menjadi titik terang bagi keluarga korban setelah sepuluh hari menunggu sejak kapal tenggelam di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Aldo Berangkat ke Banjarmasin untuk Bekerja
Aldo merupakan satu dari tiga pemuda asal Desa Ngringo yang menjadi korban dalam musibah KM Virgo Transport 8.
Selain Aldo, terdapat Ahda Dhiyaurohman, 19, dan Jevon Joechelin Jotham, 19. Ketiganya berangkat bersama dari Surabaya menuju Banjarmasin untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit.
Setelah sepuluh hari menunggu kabar, keluarga akhirnya mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Aldo. Jenazahnya ditemukan di dalam kapal yang menjadi perjalanan terakhir pemuda tersebut.
Di balik kepulangan itu, tersimpan cerita tentang seorang pemuda yang sempat berusaha menyelamatkan diri, tetapi kembali turun ke dalam kapal untuk mengambil tas dan menunggu temannya.
Jenazah Aldo dipastikan teridentifikasi oleh Rumah Sakit Bhayangkara pada Selasa (22/9/2026) petang. Kepastian identitas tersebut membawa keluarga kembali pada kisah mengenai detik-detik terakhir Aldo sebelum kapal tenggelam.
Ranur juga menyampaikan permohonan maaf kepada kerabat dan rekan Aldo apabila selama hidupnya pemuda tersebut pernah melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak.
“Le, perjuanganmu sudah selesai, tunggu kami semua di Surga ya,” ucap Ranur.
Jenazah Aldo Dipulangkan ke Karanganyar
Saat ini keluarga masih menunggu kedatangan jenazah Aldo. Jenazah Aldo diberangkatkan dari Banjarmasin menuju Semarang.
Bayan Karangrejo, Desa Ngringo, Suji Wibowo, mengatakan persiapan dilakukan sembari menunggu jenazah Aldo tiba di rumah duka.
“Pasang kajang sama penataan tempat duduk buat para pelayat, Mbak. Sambil menunggu jenazah,” kata Suji melalui pesan WhatsApp kepada Espos, Rabu (23/9/2026) pagi.
Jenazah Aldo diterbangkan dari Banjarmasin menuju Semarang pada Rabu pagi. Setelah tiba di Semarang, jenazah selanjutnya dibawa melalui jalur darat menuju rumah duka di Jl. Anggrek IV, Ngringo, Kecamatan Jaten.
Suji mengatakan jenazah Aldo selanjutnya akan dimakamkan di Astana Untoroloyo, Pucangsawit, Solo. Pemakaman direncanakan berlangsung pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 WIB.
“Insyaallah pemakaman jam 3 sore di Astana Untoroloyo Pucangsawit Solo,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos

1 hour ago
1

















































