Wamenaker Ingatkan Calon Pekerja Migran Tak Tergiur Gaji Tinggi

2 hours ago 1

Newswire

Newswire Rabu, 23 September 2026 09:27 WIB

Harianjogja.com, JAKARTA— Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memilih jalur bekerja ke luar negeri. Tawaran gaji tinggi dan bujuk rayu, menurutnya, tidak boleh membuat calon pekerja mengabaikan legalitas proses penempatan.

Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menekankan pentingnya memastikan proses penempatan tenaga kerja dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jangan sekali-kali bekerja ke luar negeri yang tidak ada kerja sama dengan Pemerintah Indonesia,” ujar Wamenaker.

Calon Pekerja ke Jepang Perlu Kuasai Bahasa Asing

Selain memastikan jalur penempatan, Afriansyah menyoroti kesiapan kompetensi bagi masyarakat yang berminat bekerja atau mengikuti program magang ke luar negeri. Kemampuan bahasa asing menjadi salah satu bekal penting yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan.

Jepang disebut sebagai salah satu negara tujuan penempatan tenaga kerja Indonesia yang cukup banyak diminati. Karena itu, peluang bekerja dan mengikuti program magang di negara tersebut perlu diimbangi dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Skill bahasa asing itu penting, khususnya bagi anak-anak yang berminat bekerja di luar negeri, termasuk Jepang,” kata Afriansyah.

Menurut dia, peserta magang ke Jepang perlu mendapatkan pembekalan berupa pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan kemampuan bahasa sebelum berangkat. Bekal tersebut diperlukan agar peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di Jepang.

Banyuwangi Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja

Afriansyah menyebut Banyuwangi di Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan jumlah penempatan pekerja migran yang cukup tinggi. Penguatan pelatihan di daerah tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan kemampuan bahasa sesuai kebutuhan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah membuka Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4 dan Non-Batch September 2026 di Banyuwangi. Kegiatan itu diikuti 238 peserta yang terbagi dalam 13 program pelatihan.

Rinciannya, sebanyak 48 peserta mengikuti tiga program Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4, sedangkan 190 peserta mengikuti 10 program pelatihan Non-Batch.

Rincian Program Pelatihan Vokasi

Tiga program dalam Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4 terdiri atas:

- Peracikan Minuman Kopi.
- Pengolahan Ikan.
- Pengoperasian Mesin CNC Bubut.

Sementara itu, program Non-Batch mencakup berbagai bidang keterampilan, yakni pertanian, perhotelan, tata busana, administrasi perkantoran, konten digital, pengolahan makanan, otomotif, hingga pengelasan.

Selain penyelenggaraan pelatihan, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis melalui Pelatihan Vokasi Tematik Terintegrasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news