Newswire Rabu, 23 September 2026 07:57 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. /Instagram-Bahlil.
Harianjogja.com, TANGERANG— Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak investor mengembangkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Sungai Mamberamo di Papua yang memiliki potensi mencapai 23 gigawatt (GW).
Bahlil mengatakan potensi tersebut menjadi salah satu peluang pengembangan energi terbarukan di Indonesia yang dapat dimanfaatkan investor.
“Kalau ada yang mau air, PLTA di Papua. Sungai Mamberamo itu potensinya 23 gigawatt (GW),” ujar Bahlil dalam acara Electricity Connect 2026 yang digelar di Tangerang, Banten, Selasa.
Selain menawarkan PLTA Sungai Mamberamo, Bahlil juga membuka peluang investasi pada proyek PLTA di Kalimantan. Salah satunya adalah PLTA Sungai Kayan yang memiliki potensi sekitar 12 gigawatt (GW).
Menurut Bahlil, saat ini merupakan momentum untuk melakukan investasi dalam proyek-proyek energi terbarukan. Ia juga meminta investor tidak hanya mempertanyakan ketersediaan sumber daya alam di Indonesia, tetapi menunjukkan keseriusan untuk menanamkan modal.
“Sekarang jangan tanya sumber daya alam, tetapi saya tanya kepada bapak-ibu semua, apakah serius atau tidak untuk melakukan investasi di Indonesia,” ujar Bahlil.
Kerja Sama PLTA Mamberamo
Peluang pengembangan PLTA Mamberamo juga telah masuk dalam kerja sama Indonesia dengan China. Dalam kunjungan bilateral perdananya ke China pada 8–10 November 2024, Presiden Prabowo menyaksikan kesepakatan antara PT PLN (Persero) dengan dua perusahaan besar asal China, Huawei dan SDIC Power.
Kesepakatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemandirian energi di Indonesia. Penandatanganannya berlangsung dalam Indonesia-China Business Forum (ICBF) di Beijing pada Minggu (10/11).
Melalui dua nota kesepahaman atau MoU tersebut, PLN mempertegas posisinya dalam menjaga ketersediaan energi secara berkelanjutan sekaligus mendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mewujudkan swasembada energi di Indonesia.
Salah satu kerja sama yang ditandatangani PLN dengan SDIC Power secara khusus berfokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mamberamo yang berada di Papua.
Selain menciptakan permintaan energi terbarukan yang terpadu, PLN dan SDIC Power juga melakukan studi bersama terkait sejumlah aspek dalam pengembangan PLTA tersebut.
Studi bersama itu mencakup aspek bisnis, teknis, hukum, serta risiko PLTA Mamberamo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































