Pesona bunga sakura di Taman Yuyuantan Beijing tarik ribuan turis, termasuk wisatawan Malaysia yang manfaatkan bebas visa ke China. Cek infonya di sini. - Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Memasuki awal musim semi, deretan taman kota di Beijing kini menjadi magnet utama bagi ribuan pelancong domestik maupun internasional yang antusias menyaksikan fenomena bunga sakura bermekaran.
Salah satu destinasi yang paling diserbu pengunjung adalah Taman Yuyuantan, sebuah kawasan hijau seluas 132 hektare yang terletak di sisi barat, sekitar 10 kilometer dari jantung kota Beijing.
Meskipun langit ibu kota Tiongkok sempat diselimuti kabut tipis pada Kamis (26/3/2026), antusiasme publik untuk mengabadikan momen estetis di bawah pepohonan yang memutih dan memerah muda tersebut tidak surut sedikit pun.
Seorang wisatawan asal Malaysia, Marlena Abu Samah, mengungkapkan kekagumannya terhadap lanskap musim semi di Beijing yang selama ini hanya ia saksikan melalui layar drama televisi.
Marlena yang datang memanfaatkan kebijakan fasilitas bebas visa ini mengaku mengetahui keindahan Taman Yuyuantan melalui tren di aplikasi TikTok sebelum memutuskan terbang langsung bersama rekannya.
"Musim semi adalah waktu terbaik untuk datang ke sini melihat bunga bermekaran dan cocok untuk berfoto. Saya puas datang ke sini meskipun pagi ini cukup berkabut sehingga hasil foto kurang maksimal," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Untuk menikmati panorama ribuan pohon ini, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar 10 RMB atau sekitar Rp24.000 yang dapat dibayarkan secara praktis melalui aplikasi WeChat.
Taman ini menyuguhkan diversitas botani yang mempesona, mulai dari sakura (yīnghuā) yang kelopaknya berlekuk khas, bunga plum (méihuā) yang berbentuk bulat dengan warna berani, hingga bunga persik (táohuā) yang berujung lancip.
Keunikan vegetasi ini menjadi latar belakang favorit para pengunjung yang tampil totalitas mengenakan kostum tradisional hanfu lengkap dengan sanggul, maupun seragam sekolah ala karakter anime Jepang demi konten visual yang maksimal.
Meski indeks kualitas udara (AQI) sempat menyentuh angka di atas 200 yang masuk kategori sangat tidak sehat, hal itu tidak menghalangi kreativitas pengunjung dalam memotret.
Banyak fotografer amatir hingga profesional yang tetap gigih menggunakan alat bantu seperti tripod, pemantul cahaya (reflector), hingga jasa fotografer bayaran untuk menyiasati jarak pandang yang terbatas.
Bahkan Menara China Central Television (CCTV) yang biasanya menjadi ikon latar foto di Taman Yuyuantan pun tampak samar tertutup polusi udara yang berwarna abu-abu pada puncak musim semi kali ini.
Bagi yang ingin menghindari kepadatan, pengelola merekomendasikan beberapa titik strategis seperti area pulau Zhongshan di selatan atau taman Liuchun di sisi timur yang cenderung lebih tenang.
Wisatawan juga dapat menyewa kapal untuk menjelajahi danau seluas 50 hektare dengan tarif mulai dari 200 RMB atau sekitar Rp490.000 per jam sembari mendengarkan alunan musik tradisional erhu.
Sembari beristirahat, mencicipi kuliner khas seperti kue beras ketan hijau isian kacang merah atau roti daging keledai yang dijajakan mulai harga 7 RMB bisa menjadi pelengkap pengalaman wisata musim semi yang tak terlupakan.
Mengingat kondisi cuaca Beijing yang cenderung kering dan menyengat saat siang hari, pengunjung sangat disarankan untuk datang sebelum pukul 13.00 waktu setempat guna menghindari kerumunan massal. Penggunaan tabir surya, pelembap kulit, serta asupan air putih yang cukup menjadi hal wajib untuk mencegah risiko serangan panas di tengah aktivitas luar ruangan yang padat.
Bagi penderita alergi, kewaspadaan ekstra perlu ditingkatkan terhadap tingginya konsentrasi serbuk sari antara pukul 10.00 hingga 17.00 dengan selalu mengenakan masker, kacamata pelindung, serta topi saat beraktivitas di area taman yang beroperasi hingga pukul 21.00 malam tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

2 hours ago
2
















































