Narapidana Lapas Takalar Meninggal Dunia, Keluarga Duga Ada Penganiayaan oleh Oknum Petugas

2 months ago 40
Narapidana Lapas Takalar Meninggal Dunia, Keluarga Duga Ada Penganiayaan oleh Oknum PetugasLapas Takalar. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Kabar duka sekaligus isu miring menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar, Sulawesi Selatan. Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus narkoba bernama Yasser Arafat dilaporkan meninggal dunia di RS Haji Makassar pada Selasa (23/12) setelah menjalani perawatan medis intensif.

Namun, kepergian Yasser menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga yang menduga adanya tindakan kekerasan di balik jeruji besi sebelum almarhum menghembuskan napas terakhir.

Keluarga almarhum, berinisial IA, mengungkapkan bahwa sebelum meninggal, Yasser sempat bercerita mengenai kondisi sakitnya saat dijenguk di RS Haji Makassar. Kepada IA, almarhum mengaku sempat mendapatkan tindakan anarkis dari oknum petugas Lapas.

“Waktu dirawat, beliau sempat bercerita sambil terbaring sakit. Dia mengatakan sudah dipukul di bagian rusuk kanannya oleh oknum pegawai Lapas berinisial CE yang menjabat sebagai Kepala Pengamanan (KP). Katanya, setelah dipukul langsung keluar darah di bagian perut,” ujar IA pada Senin (29/12)

IA menambahkan bahwa pemicu dugaan pemukulan tersebut lantaran almarhum dinilai terlambat keluar untuk beraktivitas atau berkumpul sesuai instruksi di dalam penjara.

Senada dengan IA, istri almarhum yang berinisial D juga menaruh kecurigaan besar. Melalui pesan singkat, D menyebutkan bahwa suaminya diduga disiksa karena masalah sepele terkait utang piutang di dalam Lapas.

“Katanya Yasser utang uang Rp30 ribu untuk mie soto, tapi lambat dibayar. Dari situlah suamiku disiksa dan dipukul,” tulis D pada Sabtu (27/12).

D juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum pejabat lain, namun komunikasi terputus karena ponsel suaminya tidak aktif sebelum akhirnya ia dikabarkan sakit dan dirujuk ke rumah sakit.

Menanggapi tudingan tersebut, Kalapas Takalar, Mansur, membantah keras adanya praktik kekerasan terhadap narapidana di institusinya. Ia menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar.

“Itu isu yang tidak benar. Yang bersangkutan selama di Lapas Takalar tidak pernah ada kekerasan,” tegas Mansur saat dikonfirmasi pada Senin (29/12).

Menurut Mansur, Yasser Arafat memang memiliki riwayat kesehatan yang buruk sejak awal masuk ke Lapas. Berdasarkan catatan medis, almarhum mengidap komplikasi penyakit serius, termasuk tumor paru, yang membuatnya sering mengeluh sesak napas dan batuk.

“Almarhum rutin memeriksakan diri ke klinik Lapas setiap hari Rabu. Bahkan sebelum meninggal, almarhum sempat menjalani opname selama 21 hari di rumah sakit,” tambah Mansur.

Terkait inisial petugas berinisial CE, Mansur membenarkan bahwa memang ada pegawai dengan inisial tersebut yang menjabat sebagai Kepala Pengamanan, namun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait tuduhan yang diarahkan kepada bawahannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, belum memberikan komentar atau pernyataan resmi terkait dugaan kekerasan yang berujung pada kematian warga binaan tersebut.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news