Suasana saat Evakuasi Mayat Korban Tenggelam , (Dok: Ist).KabarMakassar.com — Upaya pencarian nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Kota Makassar berakhir duka.
Seorang nelayan bernama Yanto (35) ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam saat memasang jaring di laut, di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi.
Pencarian dilakukan oleh BPBD Kota Makassar setelah menerima laporan dari keluarga korban. Yanto diketahui merupakan kakak ipar dari pelapor bernama Laha (48), yang melaporkan kejadian tersebut setelah korban tak kunjung kembali dari melaut.
Kepala BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli mengatakan, laporan diterima saat kondisi cuaca di wilayah perairan Makassar sedang tidak bersahabat, dengan angin kencang dan ombak tinggi yang membahayakan aktivitas nelayan.
“Korban dilaporkan hilang saat sedang memasang jaring. Saat itu cuaca ekstrem, gelombang laut cukup tinggi sehingga berisiko bagi nelayan yang melaut,” ujarnya, Senin (02/02).
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kota Makassar langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian. Proses pencarian dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, DAMKARMAT, TNI–Polri, hingga masyarakat setempat.
“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak cepat menurunkan tim ke lapangan dan melakukan pencarian bersama unsur terkait,” lanjutnya.
Setelah dilakukan penyisiran selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan oleh tim gabungan pada pukul 11.50 WITA. Yanto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan sekitar lokasi kejadian.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke darat untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,” kata petugas.
Selama operasi berlangsung, tim menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca yang masih cukup ekstrem. Ombak tinggi dan angin kencang menjadi tantangan utama dalam proses pencarian di laut terbuka.
“Cuaca menjadi tantangan tersendiri, namun berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, pencarian bisa diselesaikan,” jelasnya.
BPBD Kota Makassar menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Pihaknya juga kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para nelayan, agar lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut.
“Kami mengimbau nelayan untuk selalu memantau informasi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama saat cuaca ekstrem,” tegas BPBD.
Dengan kejadian ini, BPBD berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan, “kami mengingatkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah perairan Makassar dalam beberapa waktu ke depan, jadi masyarakat perlu berhati-hati dalam beraktifitas,” Pungkasnya.


















































