Harianjogja.com, JAKARTA—Netflix mengungkapkan film keluarga terus menunjukkan performa positif di pasar global. Dalam empat tahun terakhir, kategori film keluarga dari Indonesia disebut konsisten masuk daftar Global Top 10 Netflix, menunjukkan tingginya minat penonton terhadap karya sineas Tanah Air.
Director of Global Affairs Southeast Asia Netflix, Ruben Hattari, mengatakan pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa film keluarga memiliki daya tarik yang mampu menjangkau audiens internasional.
"Di Netflix itu ada yang kami sebut Global Top 10, selama empat tahun terakhir, pasti ada film keluarga yang muncul setiap minggunya di Global Top 10 itu," kata Ruben dalam acara temu media di Jakarta, Sabtu.
Peluang Kolaborasi dengan Kreator Lokal
Menurut Ruben, capaian tersebut membuka peluang bagi Netflix untuk memperluas kerja sama dengan para kreator film Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak film keluarga yang dapat diproduksi dan dinikmati masyarakat.
Ia juga mengungkapkan berdasarkan data internal Netflix, sekitar 90 persen pelanggan di Indonesia pernah menonton film lokal melalui platform tersebut.
Menariknya, kebiasaan menonton di Indonesia banyak dilakukan bersama anggota keluarga.
"Ini mungkin yang unik dari budaya Indonesia, mungkin ini adalah irisan dari budaya gotong royong, kita sering menontonnya bersama," katanya.
Konten Anak Menyumbang 22 Persen Tontonan
Selain film keluarga, Ruben mengungkapkan konten anak-anak juga memiliki kontribusi besar terhadap jumlah penayangan di Netflix.
Sepanjang 2025, kategori konten anak menyumbang sekitar 22 persen dari keseluruhan tontonan di platform tersebut.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Netflix menyediakan kategori Kids and Family yang berisi beragam serial maupun film yang ditujukan bagi anak-anak dan keluarga.
Dilengkapi Fitur Kontrol Orang Tua
Netflix juga menghadirkan fitur kontrol orang tua serta pengaturan klasifikasi usia agar anak-anak memperoleh akses terhadap tontonan yang sesuai.
Menurut Ruben, fitur tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung terciptanya ruang digital yang aman dan nyaman bagi anak.
Ia juga mengapresiasi penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
"Ini sesuatu yang saya rasa bukan tugas sepihak dari pemerintah, tapi tugasnya layanan seperti kami, Netflix, tugasnya kreator, karena kita sering bekerja sama dengan kreator, dan tentu keluarga," kata Ruben.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

7 hours ago
6















































