Okupansi Hotel Solo Melonjak 98 Persen di H2 Libur Lebaran 2026

3 hours ago 2

Harianjogja.m, SOLO—Tren keterisian kamar hotel di Kota Solo selama masa libur Lebaran 2026 menunjukkan pola pergerakan yang unik dibandingkan tahun sebelumnya. Jika biasanya lonjakan tamu sudah terasa sejak sebelum hari raya, kali ini kepadatan justru baru memuncak signifikan setelah momen Lebaran berlalu, tepatnya pada posisi H+2.

Data internal menunjukkan bahwa tingkat hunian hotel sempat melambat pada periode pra-Lebaran dan baru meroket tajam hingga menyentuh angka 98 persen saat memasuki masa arus balik. Kondisi ini menandai adanya pergeseran perilaku masyarakat dalam menentukan waktu menginap di tengah suasana libur panjang di wilayah Jawa Tengah tersebut.

Pelaksana Humas Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Solo, Wening Damayanti, mengungkapkan bahwa arus kedatangan tamu pada periode ini tergolong lambat pada fase awal. Situasi ini cukup kontras dengan tradisi mudik tahun-tahun lalu yang biasanya sudah memenuhi kamar hotel sejak beberapa hari sebelum Idulfitri.

"Di hari H dan H+1 Lebaran [sekitar tanggal 20-21 Maret], rata-rata okupansi masih belum bagus. Masih di range 50 persen. Padahal di tahun-tahun sebelumnya, pada H-3 itu pesanan sudah mulai tinggi karena banyak yang mudik dan menginap di hotel. Tahun ini, sampai H-1 pun pergerakan belum terlihat signifikan," terang Wening ketika dihubungi Espos, Sabtu (28/3/2026).

Wening memerinci bahwa pada fase menjelang Lebaran tersebut, sejumlah akomodasi bahkan mencatatkan angka keterisian di bawah 50 persen akibat kenaikan pemesanan yang berjalan sangat lambat. Namun, ekspektasi pelaku industri perhotelan akhirnya terjawab saat memasuki H+1 dan H+2 Lebaran, yakni sekitar tanggal 22 hingga 23 Maret, ketika grafik okupansi hotel di Solo mulai merangkak naik secara drastis.

"Setelah hari H, tepatnya di H+1 dan H+2, itu baru naik secara signifikan. Rata-rata di tanggal tersebut ada hotel yang tingkat isiannya menembus 90 persen hingga 98 persen. H+3 sampai akhir pekan ini [Jumat-Sabtu], okupansinya masih lumayan bagus karena bertepatan dengan akhir masa libur sekolah," urainya.

Kendati sempat mencatat angka nyaris penuh pada puncak arus balik, pihak PHRI mengakui bahwa performa okupansi hotel pada libur Lebaran 2026 ini secara umum mengalami penurunan jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada 2025. Saat ini, organisasi tersebut masih melakukan pengumpulan data riil dari seluruh anggota untuk melihat persentase penurunan secara akurat.

"Penurunannya secara data riil masih belum ada info pasti dari tim PHRI karena kami baru akan menggelar rapat evaluasi seluruh tim pada Selasa [31/3/2026] besok. Tetapi, memang terlihat tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Lebaran 2025 tidak seperti ini, jadi memang jumlah tamunya menurun," katanya.

Berdasarkan pengamatan perilaku tamu, rata-rata durasi menginap atau length of stay di berbagai hotel di Solo terpantau masih stagnan pada kisaran satu hingga dua malam. Adapun profil pengunjung yang memadati wilayah ini merupakan kombinasi antara pemudik keluarga dan wisatawan murni yang ingin menikmati destinasi wisata lokal.

"Pemudik ini akhirnya juga melakukan perjalanan wisata ke destinasi-destinasi di Kota Solo dan sekitarnya. Kebanyakan tamu masih didominasi dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan dari Jakarta [Jabodetabek] juga terpantau banyak," katanya.

Pihak manajemen hotel kini terus berupaya menjaga kualitas layanan hingga masa libur sekolah benar-benar berakhir untuk mempertahankan momentum keterisian kamar hotel di Kota Solo yang tetap stabil pasca-puncak arus balik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news